OPINI
OPINI: Reformasi Polri, Reformasi Setengah Hati
Permasalahan di institusi kepolisian terjadi merata di semua divisi dan merata di seantero negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Opini-Rifqi-Aunur-Rahman.jpg)
Kritik terhadap pola pendidikan di bintara kepolisian disampaikan anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Komjen (Purn) Adang Daradjatun.
Menurut mantan Wakapolri tersebut, jika bintara Polri hanya dididik selama lima bulan, polisi itu pasti hanya bisa hormat, baris, dan lari saja.
Itu tentu kritik konstruktif untuk perbaikan pola pendidikan di kepolisian.
Jika tiga hal langkah perbaikan tersebut bisa dilakukan oleh pemangku kepentingan, bukan hal yang mustahil kepolisian akan menjadi institusi yang tulus dicintai rakyat.
Institusi yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani.
Dalam bahasa kerennya, anggota kepolisian bisa menjadi sosok yang "presisi".
Sosok yang prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan.
Masyarakat membutuhkan reformasi menyeluruh di kepolisian.
Bukan reformasi setengah hati yang hanya bertujuan meredam kegelisahan publik. (*)
(TribunnewsSultra.com)
| OPINI Respon Konflik AS & Israel Vs Iran: Memperkuat Stabilitas Sistem Keuangan Domestik |
|
|---|
| OPINI Sertifikasi Kompetensi: Jantung dari Visi Sulawesi Tenggara Maju dan Solusi Pengangguran |
|
|---|
| OPINI: Jika Bandara Hadir, Ke Mana Arah Kolaka Utara Melangkah? |
|
|---|
| OPINI: Ketika Buku dan Pulpen Menjadi Beban yang Terlalu Berat |
|
|---|
| OPINI - Penilai Publik: Profesi Terhormat yang Kini Berada di Ambang Penjara |
|
|---|