Senin, 25 Mei 2026

OPINI

OPINI: Reformasi Polri, Reformasi Setengah Hati

Permasalahan di institusi kepolisian terjadi merata di semua divisi dan merata di seantero negeri.

Tayang:
zoom-inlihat foto OPINI: Reformasi Polri, Reformasi Setengah Hati
Istimewa
MAHASISWA UHO - Mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Rifqi Aunur Rahman mengirimkan opini kepada Redaksi TribunnewsSultra.com, Senin (6/4/2026). Opininya berjudul Reformasi Polri, Reformasi Setengah Hati. (Istimewa) 

Kritik terhadap pola pendidikan di bintara kepolisian disampaikan anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Komjen (Purn) Adang Daradjatun.

Menurut mantan Wakapolri tersebut, jika bintara Polri hanya dididik selama lima bulan, polisi itu pasti hanya bisa hormat, baris, dan lari saja.

Itu tentu kritik konstruktif untuk perbaikan pola pendidikan di kepolisian.

Jika tiga hal langkah perbaikan tersebut bisa dilakukan oleh pemangku kepentingan, bukan hal yang mustahil kepolisian akan menjadi institusi yang tulus dicintai rakyat.

Institusi yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani.

Dalam bahasa kerennya, anggota kepolisian bisa menjadi sosok yang "presisi". 

Sosok yang prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan. 

Masyarakat membutuhkan reformasi menyeluruh di kepolisian.

Bukan reformasi setengah hati yang hanya bertujuan meredam kegelisahan publik. (*)

(TribunnewsSultra.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved