Selasa, 16 Juni 2026

OPINI

OPINI: Sinergi TPID Mengawal Inflasi Pangan 2026

Menjaga stabilitas daya beli masyarakat adalah fondasi utama. Ia merawat kesejahteraan bangsa. Stabilitas itu tercermin dari angka inflasi nasional.

Tayang:
zoom-inlihat foto OPINI: Sinergi TPID Mengawal Inflasi Pangan 2026
Istimewa
PENULIS OPINI - Analis Yunior di Kantor Pusat Bank Indonesia, Rabiul Misa, mengirimkan Opini: Sinergi TPID Mengawal Inflasi Pangan 2026 ke Redaksi TribunnewsSultra.com, Senin (15/6/2026). Menjaga stabilitas daya beli masyarakat adalah fondasi utama. (Istimewa) 

Jika diistilahkan inflasi pangan bergejolak.

Baca juga: OPINI: Membuka Gerbang Ekonomi Digital Indonesia-Korea Selatan

Pada bulan yang sama, inflasi ini berada di level 4,94 persen (yoy).

Disparitas masih menyisakan ruang pendekatan sektor yang lebih strategis, sementara jangkar kebijakan moneter berfokus menjinakkan inflasi inti (core inflation).

Secara historis, sepanjang tahun 2026, angkanya cukup dinamis. pada bulan Februari, kelompok inflasi bergejolak ini sempat menyentuh angka 4,64 persen (yoy).

Lonjakan terjadi imbas dorongan permintaan sepanjang siklus Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Perayaan Tahun Baru Imlek berdekatan dengan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Fenomena akumulasi permintaan (demand shock) yang terjadi serentak tidak terbendung.

Menariknya, pemerintah merespons cepat.

Baca juga: OPINI: Menakar Hakikat Manusia Antara Ruh dan Tanah

Pada Maret 2026, angka tersebut berhasil diredam menjadi 4,24 persen (yoy).

Harga komoditas strategis seperti daging ayam ras, telur, cabai rawit, dan beras berhasil dikendalikan.

Inilah bukti efektifitas koordinasi lintas sektor antara otoritas moneter, kementerian teknis, dan pemerintah daerah.

Dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang kondusif, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bergerilya.

Tak ayal, tim  ini bertransformasi menjadi modal sosial yang sangat berharga.

Berbagai langkah taktis terus digalakkan.

Operasi pasar murah, gerakan tanam cabai pekarangan, subsidi ongkos angkut komoditas antar-wilayah diarahkan sebagai instrumen stabilisasi jangka pendek.

Baca juga: OPINI: Dari Ruang Kerja ke Masa Depan Bumi: Peran Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Krisis Iklim

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved