OPINI
OPINI: Sinergi TPID Mengawal Inflasi Pangan 2026
Menjaga stabilitas daya beli masyarakat adalah fondasi utama. Ia merawat kesejahteraan bangsa. Stabilitas itu tercermin dari angka inflasi nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Opini-Analis-Yunior-di-Kantor-Pusat-Bank-Indonesia-Rabiul-Misa.jpg)
Jika diistilahkan inflasi pangan bergejolak.
Baca juga: OPINI: Membuka Gerbang Ekonomi Digital Indonesia-Korea Selatan
Pada bulan yang sama, inflasi ini berada di level 4,94 persen (yoy).
Disparitas masih menyisakan ruang pendekatan sektor yang lebih strategis, sementara jangkar kebijakan moneter berfokus menjinakkan inflasi inti (core inflation).
Secara historis, sepanjang tahun 2026, angkanya cukup dinamis. pada bulan Februari, kelompok inflasi bergejolak ini sempat menyentuh angka 4,64 persen (yoy).
Lonjakan terjadi imbas dorongan permintaan sepanjang siklus Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Perayaan Tahun Baru Imlek berdekatan dengan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Fenomena akumulasi permintaan (demand shock) yang terjadi serentak tidak terbendung.
Menariknya, pemerintah merespons cepat.
Baca juga: OPINI: Menakar Hakikat Manusia Antara Ruh dan Tanah
Pada Maret 2026, angka tersebut berhasil diredam menjadi 4,24 persen (yoy).
Harga komoditas strategis seperti daging ayam ras, telur, cabai rawit, dan beras berhasil dikendalikan.
Inilah bukti efektifitas koordinasi lintas sektor antara otoritas moneter, kementerian teknis, dan pemerintah daerah.
Dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang kondusif, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bergerilya.
Tak ayal, tim ini bertransformasi menjadi modal sosial yang sangat berharga.
Berbagai langkah taktis terus digalakkan.
Operasi pasar murah, gerakan tanam cabai pekarangan, subsidi ongkos angkut komoditas antar-wilayah diarahkan sebagai instrumen stabilisasi jangka pendek.
Baca juga: OPINI: Dari Ruang Kerja ke Masa Depan Bumi: Peran Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Krisis Iklim
| OPINI: Secangkir Kopi dan Runtuhnya Kekuasaan |
|
|---|
| OPINI Qurban dan Stunting: Membaca Ulang Nilai Distribusi dalam Tafsir Al-Qur'an |
|
|---|
| OPINI: KEKERASAN SEKSUAL - Korban dan Kritik Sosial terhadap Budaya Impunitas |
|
|---|
| OPINI: Pancasila - Dialektika Materi dan Spiritual |
|
|---|
| OPINI: Kenaikan Royalti Minerba Sebaiknya Ditunda Demi Ketahanan Ekonomi Nasional |
|
|---|