OPINI
OPINI: Kasus Andrie Yunus: Menagih Janji Negara Melindungi HAM
KontraS memandang serangan ke Andrie Yunus sebagai bentuk upaya mengintimidasi ruang sipil dan pembela HAM agar tidak bersikap kritik kepada negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Rifqi-Aunur-Rahman.jpg)
Oleh: Rifqi Aunur Rahman
Mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Haluoleo Kendari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Publik kembali menaruh perhatian terhadap berita penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Peristiwa itu terjadi setelah Andrie Yunus mengikuti diskusi mengenai remiliterisme dan judicial review di Kantor YLBHI.
Andrie Yunus mengalami luka bakar pada tubuhnya.
Peristiwa ini menimbulkan kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.
Andrie Yunus mendapatkan serangan setelah menghadiri forum diskusi kritis, yang membuat persoalan ini menjadi perhatian publik.
Artinya, peristiwa tersebut tidak hanya menyerang fisik seorang individu, melainkan juga menyerang rasa keberanian masyarakat untuk menyampaikan pendapat di ruang publik.
Hal tersebut akan memunculkan chilling effect.
Baca juga: OPINI Teologi Pembebasan: dari Gutierrez hingga Haji Misbach
Fenomena psikologis dan sosial di lingkungan masyarakat untuk bersikap diam setelah melihat penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Efek selanjutnya akan memunculkan swasensor yang mengancam kebebasan berpendapat.
KontraS memandang serangan ini sebagai bentuk upaya mengintimidasi ruang sipil dan pembela HAM agar tidak bersikap kritik kepada negara.
Pandangan ini sangat relevan karena penyerangan terhadap aktivis dapat menyebabkan dampak yang lebih luas, bukan hanya sekedar dampak pada korban secara pribadi.
Peristiwa ini menimbulkan keresahan publik, sehingga membatasi publik untuk bersuara.
Peristiwa tersebut juga menciptakan perspektif di tengah masyarakat bahwa kritik dapat berujung pada terancamnya keselamatan pribadi.
| OPINI: Krisis Akses Kerja bagi Fresh Graduate, Tanggung Jawab Siapa? |
|
|---|
| OPINI : Hari Tanpa Bayangan Indonesia Periode 2 Tahun 2025 |
|
|---|
| OPINI Teknologi Hijau dan Tugas Negara: Transisi Energi Harus Didukung Inovasi |
|
|---|
| OPINI: Dari Kematian Affan hingga Spiral Kekerasan |
|
|---|
| OPINI: Pemuda Merdeka, Sultra Aman, Sejahtera dan Religius |
|
|---|