OPINI
OPINI Teologi Pembebasan: dari Gutierrez hingga Haji Misbach
Meski berbeda secara doktrinal, mereka berlabuh pada satu muara yang sama: Keadilan sosial adalah bentuk tertinggi dari ibadah.
Tayang:
Editor:
Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Zainal-Arifin-Ryha-menuliskan-Opini-Teologi-Pembebasan-Dari-Gutierrez-hingga-Haji-Misbach.jpg)
Istimewa/Dokumentasi TribunnewsSultra.com
Mereka bersepakat bahwa kesalehan tidak boleh terpenjara di dalam tembok rumah ibadah sementara di luar sana kemiskinan merajalela.
Gutierrez meletakkan fondasi moral, Hanafi membangun kerangka intelektual, Syari'ati menyulut heroisme, dan Haji Misbach memberi teladan aksi di tanah jajahan.
Meski berbeda secara doktrinal, mereka berlabuh pada satu muara yang sama: Keadilan sosial adalah bentuk tertinggi dari ibadah.(*)
Baca Juga