Viral Fakta Sidang PK Saka Tatal, 8 Barang Bukti Diungkap, Tuntut Nama Baik, Pengacara Menangis
Viral fakta sidang Peninjauan Kembali (PK) mantan terpidana Saka Tatal. Dalam persidangan tersebut, Saka Tatal didampingi tim kuasa hukumnya.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
Melalui sidang PK ini, Saka berharap nama baiknya bisa pulih kembali. Begitu juga dengan tujuh terpidana yang saat ini masih di dalam penjara.
"Kalau harapan Saka tidak ribet-ribet yang penting nama Saka dipulihkan lagi, seperti dulu lagi, sama tujuh orang yang masih di dalam keluar semua," ungkapnya saat diwawancara oleh Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, Rabu.
Saka tidak minta apa-apa, cuma minta itu saja, Saka minta yang simpel-simpel saja, yang aneh-aneh itu belum tentu dikabulkan," imbuhnya.
Untuk ke depannya, Saka berharap kejadian yang menimpanya ini tidak terjadi dengan orang lain.
"Kepengin Saka tidak ada lagi korban-korban lain yang mengalami seperti yang Saka alami," tuturnya.
"Saka tidak tahu menahu permasalahannya harus menanggung beban apa yang tidak Saka lakukan," sambungnya.
Saka pun berterima kasih kepada masyarakat yang senantiasa mendukungnya selama ini.
Ia pun berharap, tujuh terpidana kasus Vina lainnya juga bisa keluar dari penjara secepatnya.
"Jadi terima kasih support-nya kawan-kawan Saka, semoga yang di dalam bisa segera keluar," harap Saka.
4. Pengacara Saka Tatal Menangis
Sebelum sidang dimulai, pengacara Saka Tatal yakni Titin Pralianti tiba-tiba menunduk dan menangis.
Bahkan tangisnya tak berhenti hingga ditenangkan oleh rekan pengacara yang lain.
Dikutip dari Tribunnews.com, Saka Tatal sendiri mengaku siap membuktikan dirinya tak bersalah dalam kasus Vina.
Sementara, Titin mengatakan sidang PK satu-satunya cara membebaskan 7 terpidana yang masih mendekam di penjara.
Terlebih Titin meyakini 8 terpidana kasus Vina tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan.(*)
(Tribunnews.com/Rifqah/Yohannes Liestyo/Reynas Abdila)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.