Pembangunan RS Jantung Kendari Lanjut 2021, Pemprov Sultra Pakai Utang Rp388 Miliar, Progres Tender

Pembangunan mega proyek RS Jantung Kendari yang digagas Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas itu dipastikan tetap berlanjut.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Aqsa
Ridwan Kadir/ TribunnewsSultra.com
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memastikan Rumah Sakit (RS) Jantung Kendari di Kota Kendari, Provinsi Sultra, tak mangkrak. 

Tapi bisa menjadi fasilitas rujukan untuk pasien penyakit jantung dan pembuluh darah di timur Indonesia.

Di sisi lain, RS Jantung Kendari juga diharapkan mampu menunjang pendapatan asli daerah (PAD).

Kondisi RS Jantung Kendari

Berdasarkan pantauan TribunnnewsSultra.com, Selasa (9/3/2021), tak ada lagi aktivitas pengerjaan bangunan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Kendari.

Sekeliling bangunan yang belum rampung tersebut ditumbuhi rumput, bak ‘hutan’ di tengah Kota Kendari.

Seorang yang mengaku sebagai petugas kemanan perusahaan melarang masuk ke areal bangunan.

Bangunan yang berdiri di Jl Dr Sam Ratulangi, Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, itu dikelilingi pagar pembatas.

Saat mendekati pintu masuk, petugas keamanan dari PT Adhi Prima Mandiri Perkasa, Rahman, datang menghadang.

“Tak boleh ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam. Kami hanya menuruti perintah atasan,” kata Rahman kepada TribunnewsSultra.com.

Baca juga: Gubernur Ali Mazi Ketemu Menteri PUPR Bahas Proyek Jembatan TUNO, Terpanjang di Asia Tenggara

Ketika ada seorang pun yang meliput di area pembangunan, mereka akan dikenakan sanksi dari pihak perusahaan.

Apalagi untuk tujuan peliputan bangunan mega proyek Gubernur Sultra Ali Mazi tersebut.

Rahman pun tak mengetahui pasti alasan perusahaan melarang masuk ke areal tersebut.

Tampak dari luar pagar, bangunan yang akan menjadi cikal bakal RS Jantung Kendari sudah dikelilingi rumput liar beserta limbah bahan bangunan benda padat yang lain.

Di sisi belakang rumah sakit, pagar pembatas sudah roboh, namun pohon besar tumbuh di sebelahnya.

Bangunan ini telah berdiri tiga lantai, beton terlihat kusam, hitam di sejumlah sisi.

Pengerjaan lanjutan untuk lantai ke empat hingga 17 belum dilanjutkan hingga kini.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved