Pembangunan RS Jantung Kendari Lanjut 2021, Pemprov Sultra Pakai Utang Rp388 Miliar, Progres Tender
Pembangunan mega proyek RS Jantung Kendari yang digagas Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas itu dipastikan tetap berlanjut.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Aqsa
Dengan jangka waktu pinjaman 60 bulan yang dihitung sejak tanggal penarikan pertama.
Gubernur Sultra Ali Mazi dan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menandatangani memorandum of understanding (MoU) pada 23 Oktober 2020 lalu.
Baca juga: Deretan Mobil Mewah di Garasi Gubernur Sultra Ali Mazi: Toyota Crown, 2 Alphard, Land Cruiser Prado
MoU terkait pinjaman kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra sebesar Rp388 miliar untuk melanjutkan pembangunan mega proyek RS Jantung Kendari.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J Robert, pembangunan tersebut sebagai bentuk komitmen Pemprov Sultra dalam melanjutkan mega proyek tersebut.
Setelah penandatanganan MoU tersebut, dinas terkait dalam hal ini Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, selanjutnya menggelar tender pengerjaan RS Jantung Kendari tahap kedua.
Saat ini proses lelang masih berjalan meski pemenang tender pembangunan tahap kedua sudah ada.
Visi Misi Gubernur Sultra
RS Jantung Kendari merupakan salah satu mega proyek yang dicanangkan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi bersama Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas.
RS bertaraf internasional menjadi salah satu bagian program dari lima pilar pembangunan yang dicanangkan dalam masa kepemimpinan lima tahun.
Pilar tersebut yakni Sultra Beriman dan Berkebudayaan, Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra Produktif, dan Sultra Peduli.
Pembangunan RS Jantung Kendari tersebut untuk mewujudkan Sultra Sehat yang menjadi salah satu pilar pembangunan Ali Mazi-Lukman.
Pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah Kendari sudah direncanakan di awal kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunawas pada 2018 lalu.
Baca juga: Profil Ali Mazi Gubernur Sulawesi Tenggara 2018-2023, Lika-liku Pengacara hingga 10 Tahun Penantian
Pengerjaan rumah sakit berskala internasional itu mulai dilakukan pada 2019 silam di areal seluas 6,5 hektare (Ha) yang merupakan lokasi bekas RSUD Sultra.
Pembangunan dengan skema multiyears hingga tahun 2022.
Gubernur Sultra Ali Mazi, beberapa waktu lalu, mengatakan, pembangunan RS Jantung Kendari tidak saja akan bermanfaat bagi masyarakat Sultra.