Pembangunan RS Jantung Kendari Lanjut 2021, Pemprov Sultra Pakai Utang Rp388 Miliar, Progres Tender

Pembangunan mega proyek RS Jantung Kendari yang digagas Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas itu dipastikan tetap berlanjut.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Aqsa
Ridwan Kadir/ TribunnewsSultra.com
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memastikan Rumah Sakit (RS) Jantung Kendari di Kota Kendari, Provinsi Sultra, tak mangkrak. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ( Pemprov Sultra) memastikan Rumah Sakit Jantung Kendari di Kota Kendari, Provinsi Sultra, tak mangkrak.

Pembangunan mega proyek RS Jantung Kendari yang digagas Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas itu dipastikan tetap berlanjut.

Pembangunan tahap kedua RS yang berlokasi di Jalan Dr Sam Ratulangi, Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tersebut masih dalam tahap lelang.

Pada tahap pertama pembangunan RS yang berdiri di atas lahan bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultra tersebut untuk konstruksi bangunan empat lantai.

Selanjutnya, pengerjaan konstruksi bangunan dari lantai lima hingga 17 dilakukan pada pembangunan tahap kedua.

Baca juga: Rumah Sakit Jantung Sultra Mangkrak, Ditumbuhi Rumput, Dilarang Ambil Foto Apalagi Mendekat

Pembangunan tahap kedua dipastikan berlanjut setelah seluruh proses lelang selesai.

Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Pahri Yamsul, mengakui proses lelang membutuhkan waktu agak lama karena mengikuti aturan bank dunia.

Meski demikian, pemenang tender mega proyek tersebut sudah ada.

“Pembangunan RS Jantung masih dalam proses tahap lelang dan pemenang lelang sudah ada,” kata Pahri dikonfirmasi melalui telepon seluler (ponsel), Selasa (9/3/2021).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memastikan Rumah Sakit (RS) Jantung Kendari di Kota Kendari, Provinsi Sultra, tak mangkrak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memastikan Rumah Sakit (RS) Jantung Kendari di Kota Kendari, Provinsi Sultra, tak mangkrak. ((Muh Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com))

Hanya saja, Pahri, belum menyebutkan perusahaan pemenang tender pembangunan tahap kedua RS Jantung Kendari.

Jika tak ada kendala, katanya, pembangunan tahap kedua tersebut rampung 18 bulan setelah pengerjaan dimulai.

Dana Pinjaman Rp388 Miliar

Total anggaran pembangunan tahap kedua mega proyek yang dicanangkan Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas tersebut mencapai Rp388 miliar.

Terdiri Rp325 miliar untuk pengerjaan konstruksi, sementara Rp63 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) penunjang.

Dana pembangunan tahap kedua RS Jantung Kendari bersumber dari dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Dengan jangka waktu pinjaman 60 bulan yang dihitung sejak tanggal penarikan pertama.

Gubernur Sultra Ali Mazi dan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menandatangani memorandum of understanding (MoU) pada 23 Oktober 2020 lalu.

Baca juga: Deretan Mobil Mewah di Garasi Gubernur Sultra Ali Mazi: Toyota Crown, 2 Alphard, Land Cruiser Prado

MoU terkait pinjaman kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra sebesar Rp388 miliar untuk melanjutkan pembangunan mega proyek RS Jantung Kendari.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J Robert, pembangunan tersebut sebagai bentuk komitmen Pemprov Sultra dalam melanjutkan mega proyek tersebut.

Setelah penandatanganan MoU tersebut, dinas terkait dalam hal ini Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, selanjutnya menggelar tender pengerjaan RS Jantung Kendari tahap kedua.

Saat ini proses lelang masih berjalan meski pemenang tender pembangunan tahap kedua sudah ada.

Visi Misi Gubernur Sultra

RS Jantung Kendari merupakan salah satu mega proyek yang dicanangkan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi bersama Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas.

RS bertaraf internasional menjadi salah satu bagian program dari lima pilar pembangunan yang dicanangkan dalam masa kepemimpinan lima tahun.

Pilar tersebut yakni Sultra Beriman dan Berkebudayaan, Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra Produktif, dan Sultra Peduli.

Pembangunan RS Jantung Kendari tersebut untuk mewujudkan Sultra Sehat yang menjadi salah satu pilar pembangunan Ali Mazi-Lukman.

Pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah Kendari sudah direncanakan di awal kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunawas pada 2018 lalu.

Baca juga: Profil Ali Mazi Gubernur Sulawesi Tenggara 2018-2023, Lika-liku Pengacara hingga 10 Tahun Penantian

Pengerjaan rumah sakit berskala internasional itu mulai dilakukan pada 2019 silam di areal seluas 6,5 hektare (Ha) yang merupakan lokasi bekas RSUD Sultra.

Pembangunan dengan skema multiyears hingga tahun 2022.

Gubernur Sultra Ali Mazi, beberapa waktu lalu, mengatakan, pembangunan RS Jantung Kendari tidak saja akan bermanfaat bagi masyarakat Sultra.

Tapi bisa menjadi fasilitas rujukan untuk pasien penyakit jantung dan pembuluh darah di timur Indonesia.

Di sisi lain, RS Jantung Kendari juga diharapkan mampu menunjang pendapatan asli daerah (PAD).

Kondisi RS Jantung Kendari

Berdasarkan pantauan TribunnnewsSultra.com, Selasa (9/3/2021), tak ada lagi aktivitas pengerjaan bangunan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Kendari.

Sekeliling bangunan yang belum rampung tersebut ditumbuhi rumput, bak ‘hutan’ di tengah Kota Kendari.

Seorang yang mengaku sebagai petugas kemanan perusahaan melarang masuk ke areal bangunan.

Bangunan yang berdiri di Jl Dr Sam Ratulangi, Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, itu dikelilingi pagar pembatas.

Saat mendekati pintu masuk, petugas keamanan dari PT Adhi Prima Mandiri Perkasa, Rahman, datang menghadang.

“Tak boleh ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam. Kami hanya menuruti perintah atasan,” kata Rahman kepada TribunnewsSultra.com.

Baca juga: Gubernur Ali Mazi Ketemu Menteri PUPR Bahas Proyek Jembatan TUNO, Terpanjang di Asia Tenggara

Ketika ada seorang pun yang meliput di area pembangunan, mereka akan dikenakan sanksi dari pihak perusahaan.

Apalagi untuk tujuan peliputan bangunan mega proyek Gubernur Sultra Ali Mazi tersebut.

Rahman pun tak mengetahui pasti alasan perusahaan melarang masuk ke areal tersebut.

Tampak dari luar pagar, bangunan yang akan menjadi cikal bakal RS Jantung Kendari sudah dikelilingi rumput liar beserta limbah bahan bangunan benda padat yang lain.

Di sisi belakang rumah sakit, pagar pembatas sudah roboh, namun pohon besar tumbuh di sebelahnya.

Bangunan ini telah berdiri tiga lantai, beton terlihat kusam, hitam di sejumlah sisi.

Pengerjaan lanjutan untuk lantai ke empat hingga 17 belum dilanjutkan hingga kini.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved