Wawancara Khusus Tribunnews Sultra
Rasak-Afdhal Paslon Terakhir Daftar Pilkada Kendari: Teman Kami Doa Warga, Yakin Duluan Capai Finish
Sosok Abdul Rasak dan Afdhal muncul sebagai kontestan terakhir pada pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari 2024.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Rasak-Afdhal-Paslon-Terakhir-Daftar-Pilkada-Kendari.jpg)
Untuk memastikan roda pemerintahan berjalan dengan benar dan baik itu tidak boleh ada tekanan politis kecuali ada tekanan dari masyarakat.
Jadi alasan mengapa kami jadi salah satu yang terakhir mendaftar karena tidak ada elite politik di belakang kami, yang ada adalah keluarga kami dan doa-doa dari masyarakat. Sehingga tidak ada beban buat kami.
Seperti apa jalan cerita paslon Rasak-Afdhal sampai ada kemungkinan dan kepastian maju, setelah salah satu partai pengusungnya mundur dan mendukung paslon lain?
Jadi ada komunikasi-komunikasi politik yang terjadi. Masalah partai yang keluar masuk, ya itu keputusan dari partai tersebut.
Yang jelas kami tidak pernah merebut partai, karena dari awal saya katakan bahwa saya ini didorong oleh partai. Dari situ saya melakukan komunikasi partai, salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN).
PAN yang saya temui pada saat itu tidak ada figur untuk maju di Pilwali Kendari, akhirnya beberapa pengurus PAN setuju membantu saya untuk maju sebagai wali kota.
Jadi saya bawa dua gerbong pada saat itu, Perindo dan PAN. Seperti itulah, ada dinamika-dinamika yang terjadi pada politik sampai akhir.
Di perjalanan kami pun sempat ada berita-berita terlepas lah, ya itu kami akui karena memang lepasnya satu partai membuat goyang juga.
Tapi alhamdulillah jalan Tuhan, di sini bisa dilihat bahwa sudah pasti Pak Rasak jadi Wali Kota Kendari, karena dikasih jalan bagaimana pun, sudah diambili partainya semua, partai-partai yang kita temani bangun komunikasi dan kita sudah deal jalan bersama awalnya ternyata mengambil sikap untuk tidak bersama kami, tapi ternyata Pak Rasak bisa menjadi calon wali kota. Itu sudah petunjuk.
Apakah ada pertimbangan pemilihan 29 Agustus menjadi hari Rasak dan Afdhal mendaftarkan diri di KPU Kota Kendari?
Bagi saya dan Pak Afdhal, semua hari baik karena dalam agama kita seperti itu juga. Semua hari baik tergantung niatan kita.
Olehnya itu kami mendaftar tanggal 29 Agustus, hari Kamis, pukul 20.00 WITA bukan karena pertimbangan apa-apa tetapi menyangkut kesiapan.
Kesiapan tim yang akan mendaftarkan kita, kemudian syarat-syarat wajib yang harus kita siapkan, karena ketika kita memperoleh dukungan B1.KWK dari partai pendukung memang masih ada tuntutan lain yang harus dipersiapkan.
Sehingga kami memilih malam, untuk kita memiliki waktu yang lebih luang mempersiapkan syarat administrasi. Jadi tidak ada pertimbangan yang lain, hanya semata-mata pertimbangan teknis.
Kolaborasi yang tercipta satu sama lain, apa yang Afdhal lihat dari sosok Rasak sebagai figur calon Wali Kota Kendari?
Kapasitas beliau dan tingkat kebijakannya. Kalau pemegang kekuasaan tidak bijaksana, maka hak orang lain bisa diambil. Selama ini kan Pak Rasak belum pernah mendengar beliau mengambil hak orang lain.
Ada juga satu hal yang ternyata beberapa ide-ide kami itu sama. Contohnya UMKM, bagaimana kita membuat pasar UMKM, lalu bagaimana kita membina, membimbing, dan membantu UMKM.
Kemudian ada namanya rumah kreatif, kalau saya selama ini berjalan dengan konsep rumah kreatif, ternyata beliau punya konsep bengkel kreatif. Jadi kami punya konsep-konsep yang mirip untuk membangun Kota Kendari.
Terus ketika saya berbicara tentang generasi muda, fasilitas olahraga, kesenian, dan kebudayaan untuk anak muda ternyata beliau respons dan memang seperti itu yang beliau inginkan.
Jadi adanya kesamaan ini yang membuat saya memposisikan diri mengawal beliau, memastikan beliau menjadi wali kota karena ide-ide saya bisa terakomodir oleh beliau.
Begitu juga dengan Rasak, bagaimana melihat sosok Afdhal yang punya semangat membangun generasi muda?
Kalau menurut saya, Pak Afdhal ini adalah sosok yang unik. Dia kan praktisi bidang industri tetapi mampu mengelola emosionalnya di wilayah politik.
Kadang-kadang di politik itu salah satu kemampuan kita yang terpenting adalah kecerdasan emosional. Mengelolanya ini tidak mudah, usianya kurang lebih 39 tahun masih tinggi secara manusia seperti itu.
Sehingga terprogram dan terpolarisasi melalui ide-ide yang cemerlang. Ketika saya menampilkan bengkel kreatif, ternyata beliau sudah punya rumah kreatif. Artinya ide-ide kreatif ini sudah melekat ke beliau.
Kemudian yang kedua idealisme yang tinggi. Ini kita butuhkan di Kota Kendari, termasuk di kabupaten/kota yang lain karena pemimpin kita harus ideal kalau tidak maka mudah kita digoyang oleh kepentingan individu atau kelompok, termasuk elite politik.
Ideal dalam hal taat aturan, ideal dalam hal memaknai kepentingan dan kebutuhan masyarakat, serta ideal dalam membangun hubungan sosial. Ini dimiliki.
Satu lagi yang sangat penting, yang selama ini beliau cukup bagus adalah tidak pernah meninggalkan kewajiban sebagai umat muslim. Itu saya perhatikan betul, di mana pun kondisi kita.
Jadi ketika beliau bilang mengawal saya, bukan dalam artian sebagai pengawal pribadi tetapi karena usia masih di bawah kita kembalikan kepada kewenangannya.
Wali kota ada kewenangannya, wakil wali kota juga ada kewenangannya. Supaya program jalan, kita enjoy, insyaallah kita bisa sukses di dunia dan juga akhirat.
Apakah momen keakraban Rasak-Afdhal apakah sudah terjalin pada saat pilkada atau sebelumnya saling mengenal satu sama lain?
Saya dan Pak Afdhal dipertemukan langkah politik secara nasional, melalui tim pemenangan Ganjar-Mahfud. Saya sebagai sekretaris wilayah, beliau Ketua Perindo yang kita sama-sama di satu koalisi partai. Itulah pertemuan awal.
Waktu itu saya lihat masih muda, nah ini awal dari pertemuan kita. Sehingga berkelanjutan di dalam hubungan-hubungan yang lebih jauh untuk menata perjuangan politik termasuk mencari dukungan politik.
Tagline 'Sepakat Jalan Bersama' ini muncul karena apa?
Pak Afdhal yang memunculkan itu.
Karena kita sepakat berjalan bersama jadi ya pada saat itu belum ada partai pengusung yang pas juga, karena kita sepakat jadi kita tulis juga sepakat.
Jadi gini, kenapa sepakat bersama, ini lebih awal dikeluarkan oleh beliau (Afdhal) dan saya juga cukup respons. Ketika mencari partai politik, kalau tidak sepakat jalan bersama bisa bubar.
Soal jingle Sepakat Jalan Bersama di postingan Afdhal, adalah karya dari pekerja seni Kota Kendari yang menghadiahkan kami.
Ada beberapa lagu itu, kami di luar koordinasi dengan tim. Adanya itu di luar sepengetahuan kami. Kami tahu belakangan.
Kemarin pada saat penjemputan kita sudah ada sebenarnya lagunya. Saya tanya ke teman-teman ternyata mandiri, dan variatif ada beberapa lagu.
Itulah yang saya lihat bahwa animo masyarakat, pekerja kreatif di Kendari ini memang mendorong kami.
Terkait dengan dorongan itu, mereka yakin akan visi dan misi yang disampaikan. Apa yang sudah Rasak dan Afdhal persiapkan untuk membangun Kota Kendari?
Di dalam pencalonan kami, kami sudah persiapkan kira-kira Kota Kendari ini arahnya ke mana. Ini bukan hanya sebuah kampanye politik tetapi sudah menjadi buku yang disebut visi dan misi.
Visi kami adalah mewujudkan Kota Kendari 2025 sebagai kota dalam taman (green city); bertakwa (spiritual city); demokratis, maju, dan sejahtera (smart city). Sudah mencakup semuanya itu.
Ini tiga konsep yang akan kita kembangkan dan pada akhirnya masuk ke dalam program lalu didorong melalui kegiatan.
Jadi misi pertama kami tetap infrastruktur karena kota kita ini adalah kota jasa, hunian ini harus benar-benar nyaman. Sehingga konsepnya green city yang hijau dan tertata.
Pertumbuhan penduduk Kota Kendari cukup pesat bukan karena angka kelahiran tetapi ada urbanisasi. Orang datang di sini karena merasa nyaman, dan kemungkinan ada usaha di kabupaten/kota lain. Termasuk kita harapkan berinvestasi di dalam.
Maka UMKM kita akan tumbuh karena ketika memiliki infrastruktur dan membenahi berbagai sisi seperti pendidikan, kesehatan, tapi kalau ekonomi kita di bawah pasti agak lambat laju pertumbuhan pembangunan di Kota Kendari.
Kemudian kalau infrastrukturnya bagus, ekonominya juga sudah bagus, kita akan dorong sumber daya manusia kita.
Sebenarnya itu ada dua, pertama keilmuan dan keterampilan baik ASN ataupun masyarakat secara umum, yang terakhir adalah akhlak dan moral.
Kolaborasi inilah yang kita harapkan, di akhir tahun kami kita akan ukur berapa infrastruktur dasar yang kita bangun, berapa angka pengangguran yang kita tekan, dan angka kemiskinan yang juga ditekan.
Nah itu kita ukur lima tahun kalau kami diamanahkan. Nah lima tahun berikutnya jika saya dan Pak Afdhal maju lagi misalnya tidak perlu kami kampanye karena masyarakat sudah merasakan apa yang kami lakukan.
Terkait infrastruktur, jalanan di berbagai titik masih banyak berlubang salah satunya jalan Pasar Anduonohu yang masih masuk area perkotaan. Sudah sejauh mana Rasak-Afdhal memantau itu?
Berbicara tentang itu, saya sudah 20 tahun di DPR saya tahu betul di mana sumber perencanaannya. Secara garis besar, cuma dua.
Pengambilan kepentingan kebutuhan masyarakat melalui sistem tata kelola pemerintah kita dari sebuah perencanaan pembangunan kan cuma dua, musrembang dan reses DPR.
Tadi disampaikan tentang Pasar Anduonohu, saya lebih spesifik lagi Jalan Kedondong karena pada saat pemerintahan Pak Asrun awalnya saya Ketua DPRD Kendari pernah diaspal.
Sekarang, langkah yang saya dan Pak Afdhal akan kami lakukan pertama adalah akan kita tata jalan-jalan yang menjadi kewenangan kota karena ini menyangkut efisiensi anggaran.
Kalau kita ambil juga jalan menjadi kewenangan provinsi, ya anggaran kita akan berkurang untuk menangani objek tersebut sementara masih bisa ditangani provinsi berdasarkan kewenangan.
Di satu sisi kita akan berkendala di tata kelola keuangan karena akan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Nah yang pertama kita data, saya ingin sampaikan ternyata jalan rusak kita ternyata tidak berkurang malah bertambah. Dari data saya 2017 yang lalu pada saat kami ikut berkompetisi hari ini jalan yang tidak layak bertambah.
Kenapa, karena memang ada pembangunan yang tidak terkolaborasi dengan baik contohnya kita bangun jalan tetapi drainasenya terabaikan.
Sementara kita pahami aspal itu lawannya adalah air. Seyogyanya selesaikan dulu drainasenya kemudian tingkatkan jalannya, dan terakhir kita lakukan pengaspalan sesuai standar yang ada.
Intinya, pertama kita data dulu sehingga kita bisa hubungkan antara kemampuan keuangan kita dengan belanja yang akan kita lakukan. Nanti kan akan didistribusikan setiap 40 SKPD berdasarkan urusan-urusan mereka.
Lalu terkait banjir yang melanda Kota Kendari 2024 hingga memakan korban, apakah permasalahan ini juga sudah masuk visi misi untuk tahapan anggarannya?
Misi pertama kami adalah infrastruktur mencakup jalan, drainase, rawat jalan, lahan tani, dan sebagainya. Menyangkut banjir, banjir ini akan menjadi perhatian serius pemerintahan kami ke depan.
Kalau saya lihat, secara geografis kota kita ini memang mengalami perubahan. Ada kontur-kontur yang berubah.
Perubahan ini karena tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Ketika tinggi, maka aktivitas sosial juga tinggi dan berdampak ke lingkungan kita.
Sehingga visi kami kita jadikan kota dalam taman dengan artian luas. Green city ini tidak boleh ada banjir.
Kalau saya lihat ada beberapa daerah yang rawan banjir, dulu saya masih sebut rawan genangan sekarang bukan genangan lagi tetapi arusnya tinggi, dan ini sangat membahayakan warga secara ekonomi hingga keselamatan keluarga.
UMKM di Kota Kendari yang bertumbuh pesat dan adanya persaingan antar UMKM patut menjadi perhatian, tentu ada tantangan di dalamnya. Apa yang sudah disiapkan untuk UMKM?
Terkait UMKM, ini ide kolaborasi antara saya dan Pak Rasak. Beliau sudah punya ide lama tentang 1000 UMKM, saya cuma menambahkan sedikit. Contoh teknis bagaimana kita mengembangkan UMKM, kita ada bantuan permodalan dan pemasaran.
Saya melihat, wisata kuliner yang berada di dekat Kantor Gubernur Sultra dan Gerbang Ranomeeto menurut saya belum terbina dengan baik. Tugas kita nanti melakukan pembinaan.
Yang menjadi kendala adalah yang nongkrong di situ adalah masyarakat menengah ke bawah, sedangkan masyarakat menengah ke atas masih memilih kafe.
Itulah yang akan kita bantu, kemasannya. Bukan hanya kemasan produk tapi juga tempatnya sehingga level menengah ke atas senang nongkrong di situ.
Kita akan memperbanyak titik UMKM dan titik-titik UMKM itu sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur agar pada saat kita buat pasar UMKM tidak banjir dan terang. Jadi kemasan atau packaging itu yang akan kita bantu.
Termasuk gelanggang remaja, bisa kita tempatkan UMKM. Kita akan memanfaatkan dan memfasilitasi rekan-rekan generasi muda yang selama ini kreatif.
Jadi semua akan berperan sehingga semakin banyak dibutuhkan tenaga kerja mengurangi angka pengangguran.
Apakah ada target dari Rasak-Afdhal kira-kira berapa akan menampung tenaga kerja nantinya ke depan?
Seribu UMKM per tahun. Itu bukan sesuatu yang mustahil. Ketika kita melakukan penataan infrastruktur Kota Kendari dengan baik, industri logam yang ada di sekitar sangat membutuhkan Kota Kendari untuk tumbuh dan berkembang.
Kita ini kan di pulau ada potensi, di daratan juga ada potensi. Ada simbiosis mutualisme yang terjadi nantinya, industri logam, industri perikanan dari daerah pulau bisa dibawa ke Kendari.
Jadi kita tidak ambil dari luar lagi, kita akan mandiri. Nah itu yang harus dipersiapkan makanya butuh infrastruktur termasuk kawasan industri.
Apa yang membuat pasangan Rasak-Afdhal spesial di antara empat rival lainnya?
Pertama, pasangan Rasak-Afdhal ini spesial karena lahir dari masyarakat. Kita punya dukungan yang total dari masyarakat. Karena kita lahir dari masyarakat maka kita juga harus berkontribusi kepada masyarakat.
Bisa dilihat proses politik saya secara pribadi dan proses politik saya berkolaborasi dengan Pak Afdhal ketika memperoleh pintu. Kami berjuang sendiri, teman kami adalah doa masyarakat.
Kedua, ide-ide yang tidak dimiliki oleh pasangan lain. Seribu UMKM, gelanggang remaja, dan bengkel kreatif jarang dilakukan pasangan calon di manapun, yang ada adalah hanya berkisar pada infrastruktur atapun ekonomi secara umum.
Kita lebih detail terhadap apa yang akan kita lakukan. Sehingga inilah yang menurut saya, pasangan Rasak-Afdhal spesial dari pasangan lain.
Kalau kita masuk rumah makan, biasanya kita lihat menu spesial, urutannya paling atas, nah inilah menurut kami. Saya kurang tahu menurut pasangan yang lain.
Menurut Afdhal-Rasak, siapa pasangan yang paling berat untuk disaingi?
Pemilih kita ini cukup heterogen dari berbagai sisi, baik usia, pekerjaan, suku. Menurut saya untuk mengukur ini, dari saudara-saudara saya yang berempat ini semuanya punya kapasitas yang sama. Ketika dia unggul di sisi ini, dia lemah di sisi ini.
Jadi menurut saya semua sama, tapi kembali lagi kami semakin optimis kita akan memenangkannya. Ini bukan Rasak-Afdhal yang punya kesimpulan, tetapi diisimpulkan oleh lembaga survei.
Kalau dalam kompetisi kita tidak bisa mengukur mana yang berat, walaupun kita tahu mereka punya kelemahan dan kekuatan di mana.
Satu hal penting bahwa kita tidak perlu memikirkan kelemahan dan kekuatan mereka, yang kita pikirkan adalah apa yang telah kita perbuat untuk masyarakat dan bagaimana kita bisa menang tanpa melemahkan mereka.
Kita akan menang, pasangan Rasak-Afdhal akan menang di mana-mana. Rasak-Afdhal mewakili masyarakat Kota Kendari, makanya tagline kita ke depannya adalah Kita Kendari.
Closing statement dari Rasak dan Afdhal
Pasangan Rasak-Afdhal adalah pasangan yang ideal untuk Kota Kendari makanya kami mengatakan bahwa Kita Kendari.
Pasangan Afdhal-Rasak berasal dari masyarakat yang akan berjuang untuk masyarakat.
Kenapa kita memilih Pak Rasak sebagai pemimpin kita, karena kapasitasnya. Pak Rasak punya pengalaman dan pengetahuan sehingga roda pemerintahan di Kota Kendari akan berjalan secara maksimal.
Masyarakat Kota Kendari mari kita mengawal Pak Rasak sebagai pemimpin kita di masa depan yang akan dilantik 2025-2030. Sudah saatnya Pak Rasak memimpin kita, kesalahan-kesalahan kemarin jangan terulang lagi.
Masyarakat Kota Kendari yang kita cintai, sudah diulas sama Pak Afdhal hanya saya ingin menyampaikan, kawal demokrasi dengan baik.
Kota Kendari adalah hunian kita. Kita ciptakan kota ini bernilai untuk masyarakat. Salah satu jalannya adalah dukung kami, bantu kami, bersama di dalam perjuangan politik pada 27 November 2024.
Apabila itu terjadi dan kami menang dalam pemilihan ini maka kawal pemerintahan kami, karena kita adalah Kendari. Demikian.
Wawancara eksklusif ini dapat disaksikan selengkapnya dalam program Mata Lokal Memilih yang tayang pada Kamis (12/9/2024) di Channel YouTube TribunnewsSultra.com. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
Abdul Rasak
Afdhal
Pilkada Kendari
Pilwali Kendari
Pilkada 2024
Kota Kendari
Sulawesi Tenggara
Sultra
PAN
Perindo
| Rasak-Afdhal Cerita Perjuangan Daftar Pilkada Kendari ke Ibu-ibu: Desain Tuhan Saya Bisa Mendaftar |
|
|---|
| Jalani Tes Psikologi Pilkada di RSUD, Calon Wali Kota Kendari Rasak Ungkap Keseruan Gambar Mobil |
|
|---|
| Pemeriksaan Kesehatan Rasak-Afdhal di RSUD Kota Kendari Selesai Malam Hari, Lanjut Psikotes Minggu |
|
|---|
| Rekap 5 Calon Wali Kota Kendari Sultra: Termuda Giona Nur Alam, Aksan Jaya dan Rasak Beda 4 Tahun |
|
|---|
| Abdul Rasak-Afdhal Didampingi 4 Parpol Pengusung Daftar Pilkada Kendari 2024, Lanjut Tes Kesehatan |
|
|---|