Berita Kendari

Tanggapan Pemkot Kendari Soal Air PDAM Mengandung Bakteri Escherichia Coli, Temuan BPK Sultra

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara menemukan bakteri Escherichia Coli (e-coli) pada air PDAM Tirta Anoa Kota Kendari.

Istimewa
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan bakteri Escherichia Coli (e-coli) pada air PDAM Tirta Anoa Kota Kendari. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sultra Dadek Nandemar dalam kegiatan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT ), Kamis (19/1/2023). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan bakteri Escherichia Coli (e-coli) pada air PDAM Tirta Anoa Kota Kendari.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sultra Dadek Nandemar dalam kegiatan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT ), Kamis (19/1/2023).

Dadek menyebut penemuan bakteri tersebut usai dilakukan pemeriksaan pada sampel air dari sumber air baku PDAM Intake Anggoeya.

"PDAM mohon maaf kami sampel itu yang unitnya paling bagus, tapi airnya itu isinya Bapak Ibu harus hati-hati masih ada e-coli, ada kekeruhan dan coliform," kata Dadek.

Dadek mengatakan hal ini harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Kendari karena air tersebut bahaya untuk dikonsumsi masyarakat.

Baca juga: Penyebab Air Tak Mengalir di Labibia Diungkap PDAM Kendari Sultra, Target Dua Pekan Kembali Normal

"Ini bahaya, e-coli itu yang dihasilkan Bapak Ibu, jadi mohon maaf bisa kotoran manusia atau hewan," kata Dadek Nandemar.

"Kita masih punya uang bisa beli air kemasan, masyarakat bahwa kita aksesnya dari sana, makanya tidak heran stunting dan lain-lain itu terjadi. Karena kita masih belum berpikir kepada masyarakat," tegasnya.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan Pemerintah Kota bersama Manajemen PDAM akan mendalami hasil pemeriksaan BPK.

Di mana, hasil temuan BPK tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut, tentunya berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini dari auditor sendiri termasuk dari sisi kesehatannya.

"Tentu langkah taktis akan kami lakukan dalam rangka menindaklanjuti hasil temuan BPK dalam pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu," jelasnya.

Baca juga: Sudah 27 Hari Air Bersih PDAM Kendari Tak Mengalir di Labibia, Warga Kesulitan dan Alami Gatal-gatal

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Ellfi mengatakan tidak dipungkiri air bisa tercemar bakteri e-coli.

Karena dalam perjalanannya, dari intake air hingga ke rumah tangga masyarakat itu melalui jalur yang cukup panjang, diperkirakan terjadi kebocoran sehingga air bisa tercemar.

"Yang disampaikan oleh BPK adalah hasil pemeriksaan 2022 sekitar 6 bulan lalu," ujarnya kepada TribunnewsSultra.com, Jumat (21/1/2023).

"Terdapat kandungan e-coli memang ada, tidak kita pungkiri mungkin saja disebabkan adanya kebocoran. Sebenarnya kalau kita ambil di intakenya, airnya bagus, tidak ada pencemaran," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved