Berita Kendari

Penyebab Air Tak Mengalir di Labibia Diungkap PDAM Kendari Sultra, Target Dua Pekan Kembali Normal

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa membeberkan penyebab air di Labibia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara tak mengalir selama 27 hari.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari, Damin. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa membeberkan penyebab air di Labibia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tak mengalir selama 27 hari.

Direktur PDAM Kota Kendari, Damin mengatakan penyebab tidak mengalirnya air lantaran satu-satunya mesin pompa air mengalami kebakaran.

Ia membenarkan air tidak mengalir sudah berlangsung selama 27 hari, dan pihaknya membutuhkan waktu lama untuk memperbaiki pompa air tersebut.

"Di situ memang ada kerusakan pompa kami, memang hanya satu pompa yang lagi jalan," kata Damin saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com via telepon, Minggu (30/10/2022).

Kata dia, proses yang dibutuhkan agak lama karena berbeda dengan pengelolaan air di Pohara, Konawe yang memiliki cadangan mesin.

Baca juga: Sudah 27 Hari Air Bersih PDAM Kendari Tak Mengalir di Labibia, Warga Kesulitan dan Alami Gatal-gatal

Selain itu, karena saat ini sementara dalam proses penggulungan dinamo, kemudian terdapat pemasangan kawat.

"Jadi dibuka dulu pompanya, sehingga memang lama prosesnya. Namun, kami bisa menyelesaikan pengerjaan dalam satu atau dua pekan ke depan," ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang mau menggunakan air PDAM di wilayah unit Matawondu, Kelurahan Lalondati, Kelurahan Anggilowu, Kelurahan Labibia, Kelurahan Wawombalata agar lebih bersabar.

"Kami mohon supaya bersabar karena ada kerusakan pompa kami yang cukup fatal. Lantaran motor pompa kami yang terbakar membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menyelesaikan pekerjaan ini," ujarnya.

Ia menambahkan soal beberapa warga yang sampai menggunakan air sungai hingga mengalami gatal-gatal, pihaknya belum bisa memberikan alternatif.

Baca juga: Layanan Air Bersih PDAM Kota Kendari Dinilai Paling Buruk dan Tak Layak, Ombudsman Minta Cari Solusi

Karena pihaknya hendak mengecek dahulu air yang mereka gunakan berasal dari mana. Sehingga bisa ditentukan solusi yang akan digunakan dengan melihat permasalahannya di lapangan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved