Berita Kendari

Istri Gugat Cerai Suami Paling Tinggi di Kendari, Media Sosial hingga KDRT Diduga Jadi Penyebab

Pengadilan Agama Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis jumlah perkara yang ditangani sepanjang 2022.

Penulis: Sugi Hartono | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Pengadilan Agama Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis jumlah perkara yang ditangani sepanjang 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pengadilan Agama Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis jumlah perkara yang ditangani sepanjang 2022.

Sepanjang 2022, Pengadilan Agama Kendari telah menangani kurang lebih 1.388 perkara, di mana perkara menonjol berasal dari gugatan cerai.

Ketua Pengadilan Agama Kendari, Sahrul Fahmi menjelaskan perkara gugatan cerai tersebut terdiri dari dua yakni, cerai gugat dan cerai talak.

"Kalau cerai gugat itu istri yang menginginkan perceraian, kalau cerai talak itu suami. Jadi beda," tuturnya, Kamis (19/1/2023).

Untuk cerai gugat, kata Sahrul Fahmi, Pengadilan Agama Kendari menangani kurang lebih 613 perkara.

Baca juga: Pengadilan Agama Kendari Sulawesi Tenggara Pernah Izinkan Dua Pria Lakukan Poligami Maret 2022

Di mana, dengan rincian perkara terbanyak berada pada bulan Juni yakni sebanyak 78 perkara.

Kemudian, cerai talak yang diajukan suami yakni sebanyak 203 perkara dengan rincian terbanyak yakni berada pada bulan November sebanyak 23 perkara.

Penyebab Perceraian di Kendari

Pengadilan Agama Kendari belum bisa menyimpulkan penyebab banyaknya istri yang meminta perceraian tersebut.

Hanya saja, para istri menggugat cerai berawal dari adanya pertengkaran, di mana semuanya berimplikasi pada faktor ekonomi.

Baca juga: Pengadilan Agama Kendari Persulit Akses Informasi Pimpinan Baru Makanya Ada Aturan Tersebut

Karena suami sering mabuk-mabukan, media sosial (medsos), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan beberapa hal lainnya.

"Kalau masalahnya cukup kompleks, kita tidak bisa simpulkan," tutur salah seorang petugas Pengadilan Agama Kendari.

Jika berkaca pada studi kasus dilakukan IAIN Kendari pada 2015 lalu dengan menganalisis alat bukti dan putusan hakim diperoleh penyebab gugat cerai yakni tidak ada tanggung jawab dan keharmonisan, cemburu, krisis moral, penganiayaan berat hingga faktor ekonomi. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved