Berita Konawe Utara

Akibat Pertambangan, Terumbu Karang Wisata Labengki Konawe Utara dan Pulau Sambori Terancam Habis

Konawe Utara (Konut) merupakan daerah yang memiliki wilayah pertambagan nikel terbesar di Sulawesi Tenggara namun wilayah lautnya berpotensi rusak.

Istimewa
Nampak dari atas pencemaran air laut di wilayah pertambangan Kabupaten Konawe Utara terjadi akibat tidak adanya pembatas tanah olahan dengan laut. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONUT - Konawe Utara (Konut) merupakan daerah yang memiliki wilayah pertambagan nikel terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimilikinya, membuat banyak investor luar daerah Sultra berbondong-bondong untuk mengelola SDA tersebut.

Seperti saat ini, pertambangan di Konut telah banyak di kelolah berbagi investor.

Mulai dari Tambang Nikel Langgikima, Morombo, Mandiodo, Beonaga maupun Boedingin kini telah di kelolah oleh para investor luar maupun lokal.

Akan tetapi, kehadiran pertambangan di Konut yang harusnya mensejaterahkan masyarakat, kini malah menjadi momok menakutkan bagi kehidupan generasi yang akan datang.

Baca juga: Temuan Investigasi Celebes Nature Watch, Diduga Ada Tambang Nikel Ilegal di Buton

Mengapa tidak, sejak munculnya pertambangan biji nikel di Konut kerusakan lingkungan khusunya di lautan kini makin memprihatinkan.

Banyak nelayan mengeluh karena pencemaran lingkungan. ikan telah jauh bahkan terumbu karang mati akibat lumpur tanah.

Nampak jelas gambar terumbu karang rusak yang berhasil di dokumentasikan telah mati akibat tertimbun lumpur tebal.
Nampak jelas gambar terumbu karang rusak yang berhasil di dokumentasikan telah mati akibat tertimbun lumpur tebal. (Istimewa)

Kita tau sendiri bahwa terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. 

Habitat Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut. 

Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi, Eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved