Opini

Opini: Tantangan Perbankan Daerah

Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi salah satu institusi perbankan lokal yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi utamanya di daerah.

Editor: Aqsa
handover
Komisaris Bank Sultra dan Wakil Ketua Kadin Sulawesi Tenggara Bidang Perbankan, Laode Rahmat Apiti. 

Laode Rahmat Apiti
Komisaris Bank Sultra/ Wakil Ketua Kadin Sulawesi Tenggara Bidang Perbankan

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi salah satu institusi perbankan lokal yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi utamanya di daerah.

Perkembangan BPD sebagai Badan Usaha Milik Daerah pun tidak terlepas dari perkembangan ekonomi daerah.

Sejauh ini, kontribusi BPD dalam pembangunan daerah secara statistik pun makin menggembirakan.

Misalnya kerja sama pemerintah daerah untuk pembiayaan infrastruktur mempercayakan BPD sebagai mitra strategis-nya.

Baca juga: Opini: Pemuda Mengambil Peran Menuju Sultra Satu

Dalam beberapa tahun terakhir pula, kepercayaan masyarakat untuk bermitra dengan Bank BUMD semakin berkembang pesat.

Bangkitnya perbankan daerah tidak lepas dari kepedulian para pemegang saham baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah (pemda) kabupaten/ kota.

Berbagai kebijakan inovatif para pemegang saham ditempuh agar perbankan daerah bisa lepas landas serta bisa bersaing dengan perbankan nasional dan swasta.

Apalagi, persaingan bisnis perbankan sangat dinamis sehingga butuh manajerial yang profesional dan pengelolaan yang jitu.

Dari tahun ke tahun pula produk bisnis perbankan tumbuh pesat serta makin variatif apalagi ditopang dengan teknologi informasi.

Ketua Bidang Perbankan Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara (Kadin Sultra) Laode Rahmat Apiti.
Ketua Bidang Perbankan Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara (Kadin Sultra) Laode Rahmat Apiti. (handover)

Dalam ranah inovasi teknologi untuk mendukung kinerja perbankan mengalami kemajuan yang pesat.

Setiap perbankan ‘menjual’ kelebihan fitur-fitur dan aplikasi yang digunakan untuk memanjakan nasabah serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Tren ini harus direspon dengan cepat oleh perbankan lokal.

Bila telat beradaptasi melakukan inovasi bisa dipastikan akan mengalami stagnasi.

Digitalisasi Perbankan

Baca juga: Opini: Membangun Kualitas Revolusi Industri 5.0 Dalam Pengembangan SDM Desa di Sulawesi Tenggara

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved