Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Jika Mangkir Lagi, Direktur PT Toshida Indonesia La Ode Sinarwan Oda Bakal Berstatus DPO

Direktur PT Toshida Indonesia La Ode Sinarwan Oda bakal berstatus daftar pencarian orang atau DPO dalam waktu dekat.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com)
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Noer Adi. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Direktur PT Toshida Indonesia La Ode Sinarwan Oda bakal berstatus daftar pencarian orang atau DPO dalam waktu dekat.

Tersangka kasus korupsi izin tambang PT Toshida Indonesia ini bakal dijadikan DPO apabila kembali mangkir dari panggilan penyidik Kejati Sultra.

Diketahui, La Ode Sinarwan Oda kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi izin penggunaan kawasan hutan dan persetujuan rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB).

Penetapan tersangka dilakukan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) berdasarkan surat penetapan tersangka nomor B-10/P.3/Fd.1/19/2021 tertanggal 13 September 2021.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) Sarjono Turin menandatangani surat penetapan tersangka Direktur PT Toshida Indonesia tersebut.

Baca juga: JPU Kejari Kendari Kirim Berkas Perkara PT Toshida Indonesia ke Pengadilan, 3 Terdakwa Bakal Dititip

Asisten Intelijen atau Asintel Kejati Sultra Noer Adi mengatakan, pihaknya langsung melayangkan panggilan pemeriksaan pertama.

Namun, hingga saat ini, Direktur PT Toshida Indonesia, La Ode Sinarwan Oda belum memenuhi panggilan penyidik Kejati Sultra tersebut.

"Apabila nanti dipanggil sekali lagi tidak hadir maka akan diterbitkan DPO dan dilakukan upaya paksa," kata Noer Adi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Messenger, Kamis (23/9/2021).

Pihaknya berencana masih melayangkan surat panggilan kedua, sebelum dilakukan upaya paksa dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang.

Jadi Tersangka

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved