OPINI
OPINI: Jika Bandara Hadir, Ke Mana Arah Kolaka Utara Melangkah?
Wacana pembangunan bandara di Kabupaten Kolaka Utara bukan sekadar perbincangan teknis soal landasan pacu, terminal, atau rute penerbangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Akbar-Pelayati.jpg)
Bandara meningkatkan mobilitas masyarakat.
Anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan atau bekerja ke luar daerah dapat bepergian dengan lebih mudah.
Hubungan antardaerah semakin terbuka. Pertukaran budaya terjadi lebih intensif.
Namun di sisi lain, percepatan urbanisasi dan perubahan gaya hidup juga mungkin muncul.
Kenaikan harga lahan dan biaya hidup bisa terjadi jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal.
Isu lingkungan juga tak kalah penting.
Pembangunan bandara memerlukan lahan luas dan berpotensi mengubah struktur ekosistem.
Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) harus dilakukan secara serius dan transparan.
Lahan pertanian produktif, kawasan pesisir, serta sumber air harus dilindungi.
Pembangunan tidak boleh mengorbankan keberlanjutan demi ambisi jangka pendek.
Tak kalah krusial adalah soal tata kelola.
Proyek infrastruktur berskala besar membutuhkan anggaran signifikan dan pengawasan ketat.
Publik berhak mengetahui perencanaan, penggunaan anggaran, serta progres pembangunan.
Transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi kepercayaan masyarakat.
Tanpa akuntabilitas, proyek sebesar apa pun akan selalu menyisakan kecurigaan.
| OPINI: Nenek Moyang Orang Sulawesi: Pelaut dan Seniman |
|
|---|
| OPINI: Krisis Akses Kerja bagi Fresh Graduate, Tanggung Jawab Siapa? |
|
|---|
| OPINI: Revolusi Pendidikan atau Sekadar Ganti Nama? Kritik Kurikulum Baru dan Pembelajaran Mendalam |
|
|---|
| OPINI: Bayang Ridwan Bae di Pertarungan Herry Asiku Melawan La Ode Darwin |
|
|---|
| OPINI Pancasila Tanpa Teladan dari Penguasa: Refleksi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila |
|
|---|