OPINI
OPINI: Jika Bandara Hadir, Ke Mana Arah Kolaka Utara Melangkah?
Wacana pembangunan bandara di Kabupaten Kolaka Utara bukan sekadar perbincangan teknis soal landasan pacu, terminal, atau rute penerbangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Akbar-Pelayati.jpg)
Efek berganda (multiplier effect) dari infrastruktur udara bukan teori kosong.
Baca juga: OPINI - Penilai Publik: Profesi Terhormat yang Kini Berada di Ambang Penjara
Di berbagai daerah, kehadiran bandara memicu pertumbuhan sektor jasa, perhotelan, perdagangan, hingga properti.
UMKM mendapat peluang lebih luas karena arus kunjungan meningkat.
Produk lokal bisa dipasarkan ke luar daerah dengan lebih cepat.
Mobilitas tenaga kerja menjadi fleksibel.
Secara ekonomi, bandara berpotensi menciptakan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.
Namun optimisme harus diiringi kehati-hatian.
Pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa bandara tidak otomatis menjadi mesin pertumbuhan tanpa perencanaan terpadu.
Baca juga: OPINI: Pemuda Merdeka, Sultra Aman, Sejahtera dan Religius
Awal pengoperasian Bandara Kertajati, misalnya, sempat menghadapi tantangan karena kurangnya integrasi transportasi darat dan minimnya rute penerbangan.
Sebaliknya, pengembangan kawasan sekitar Bandara Silangit relatif lebih progresif karena didukung strategi pengembangan pariwisata Danau Toba secara nasional.
Pelajaran ini penting bagi Kolaka Utara.
Bandara tidak boleh berdiri sebagai proyek terpisah.
Ia harus terhubung dengan rencana tata ruang wilayah, pengembangan kawasan industri, sentra perdagangan, dan destinasi wisata.
Tanpa konektivitas jalan yang memadai, tanpa insentif bagi maskapai, tanpa strategi promosi investasi, bandara berisiko menjadi infrastruktur yang tidak optimal.
Selain aspek ekonomi, dampak sosial juga perlu diperhitungkan.
| OPINI: Nenek Moyang Orang Sulawesi: Pelaut dan Seniman |
|
|---|
| OPINI: Krisis Akses Kerja bagi Fresh Graduate, Tanggung Jawab Siapa? |
|
|---|
| OPINI: Revolusi Pendidikan atau Sekadar Ganti Nama? Kritik Kurikulum Baru dan Pembelajaran Mendalam |
|
|---|
| OPINI: Bayang Ridwan Bae di Pertarungan Herry Asiku Melawan La Ode Darwin |
|
|---|
| OPINI Pancasila Tanpa Teladan dari Penguasa: Refleksi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila |
|
|---|