OPINI
OPINI: Daun Singkong, Harapan Baru Melawan Bakteri Berbahaya di Era Resistensi Antibiotik
ekstrak daun singkong bisa menjadi alternatif alami yang murah, aman, dan mudah dikembangkan untuk membantu mengatasi infeksi bakteri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Penelitian-Dosen-Mahasiswa-Universitas-Sembilanbelas-November-Kolaka-ekstrakdaun-singkong.jpg)
Tantangan dan Rekomendasi
Walau hasil laboratorium sangat menjanjikan, aplikasi klinis masih memerlukan pengujian toksisitas, formulasi dosis yang tepat, dan uji coba pada manusia.
Namun, riset ini memberi landasan kuat bagi pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri untuk menjadikan singkong bukan sekadar tanaman pangan, melainkan bagian dari solusi kesehatan masa depan.
Sulawesi Tenggara berpeluang menjadi pionir dalam pengembangan obat herbal berbasis kekayaan alam sendiri.
Mari kita dukung riset-riset inovatif yang membuktikan bahwa solusi global bisa lahir dari akar lokal.
Catatan:
Tulisan ini berbasis Penelitian Dosen Mahasiswa (PDM) Tahun 2025 Universitas Sembilanbelas November Kolaka dengan judul penelitian “Analisis Fitokimia, FTIR, dan GC-MS Integratif Ekstrak Etanol Daun Singkong dan Aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli” oleh tim Peneliti : Alfiah Alif (Dosen Kimia), Erni Rosmawati, Nafil (Mahasiswa Kimia) USN Kolaka.(*)
| Punya Singkong di Rumah? Coba Resep Tuli-Tuli, Cara Buat Camilan Khas Baubau Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Cara Buat Teh Herbal Daun Kelor Dibagikan PKMI UHO ke Warga Soropia Konawe Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Khasiat Daun Komba-komba, Mahasiswa Farmasi UHO Kendari: Hambat Pertumbuhan Sel Kanker Usus Besar |
|
|---|
| OPINI Teknologi Hijau dan Tugas Negara: Transisi Energi Harus Didukung Inovasi |
|
|---|