Minggu, 19 April 2026

OPINI

OPINI: Daun Singkong, Harapan Baru Melawan Bakteri Berbahaya di Era Resistensi Antibiotik

ekstrak daun singkong bisa menjadi alternatif alami yang murah, aman, dan mudah dikembangkan untuk membantu mengatasi infeksi bakteri

Tayang:
zoom-inlihat foto OPINI: Daun Singkong, Harapan Baru Melawan Bakteri Berbahaya di Era Resistensi Antibiotik
Istimewa/USN Kolaka
DOSEN MAHASISWA KOLAKA - Kolase foto Dosen Kimia Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Alfiah Alif saat penelitian uji lab bakteri terhadap ekstrak daun singkong di Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Desember 2025 (foto kiri), serta foto mahasiswa kimia USN Kolaka Erni Rosmawati dan Nafil saat pengambilan sampel daun singkong di Mawasangka, Buton Tengah Desember 2025 (foto kanan). Penelitian Dosen Mahasiswa (PDM) Tahun 2025 USN Kolaka tersebut berjudul penelitian “Analisis Fitokimia, FTIR, dan GC-MS Integratif Ekstrak Etanol Daun Singkong dan Aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli". 

Oleh: Alfiah Alif, S.Si., M.Si

Dosen Kimia Universitas Sembilanbelas November Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra)

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Lonjakan resistensi antibiotik menjadi ancaman serius, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Data WHO menyebutkan lebih dari 700.000 kematian tiap tahun akibat infeksi yang tak lagi mempan terhadap antibiotik konvensional, dan jumlah ini bisa melonjak menjadi 10 juta pada 2050 jika tidak ada inovasi nyata dalam penemuan obat baru.

Salah satu solusi yang kini mendapat sorotan adalah pemanfaatan bahan alam lokal. Hasil penelitian Alfiah Alif dan  tim mahasiswa kimia (Erni Rosmawati dan Nafil) Universitas Sembilanbelas November Kolaka melalui pelaksanaan Penelitian Dosen Mahasiswa pada Desember 2025 menunjukkan daun singkong (Manihot esculenta), tanaman yang sangat akrab di Sulawesi Tenggara, ternyata menyimpan potensi luar biasa sebagai agen antibakteri.

Melalui analisis fitokimia, spektroskopi FTIR, dan GC-MS, kami berhasil mengidentifikasi kandungan senyawa bioaktif utama dalam ekstrak etanol daun singkong.

Senyawa seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, hingga asam lemak (n-hexadecanoic acid dan oleic acid) terbukti berperan aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri.

Baca juga: Cara Buat Teh Herbal Daun Kelor Dibagikan PKMI UHO ke Warga Soropia Konawe Sulawesi Tenggara

Uji laboratorium menggunakan metode difusi cakram memperlihatkan hasil nyata:

  • Terhadap bakteri Staphylococcus aureus (penyebab infeksi kulit dan saluran pernapasan), ekstrak daun singkong menunjukkan aktivitas antibakteri sedang.
  • Terhadap Escherichia coli (bakteri penyebab diare dan infeksi saluran kemih), efeknya sangat kuat, dengan zona hambat mencapai 12,05 mm pada konsentrasi 300 mg/mL.
PENELITIAN DAUN SINGKONG - Kolase foto proses penelitian ekstrak daun singkong, tabel 1 (bakteri S. aureus ) dan 2 (bakteri E.coli) diameter hambat zona hambat bakteri S. aureus dan E. coli pada berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun singkong (foto kiri). Hasil uji aktivitas antibakteri S. aureus (foto kanan atas) dan hasil uji aktivitas antibakteri E. coli (foto kanan bawah). Alfiah Alif (Dosen Kimia), Erni Rosmawati, Nafil (Mahasiswa Kimia) Universitas Sembilanbelas November Kolaka membuat Penelitian Dosen Mahasiswa (PDM) Tahun 2025, dengan judul penelitian “Analisis Fitokimia, FTIR, dan GC-MS Integratif Ekstrak Etanol Daun Singkong dan Aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
PENELITIAN DAUN SINGKONG - Kolase foto proses penelitian ekstrak daun singkong, tabel 1 (bakteri S. aureus ) dan 2 (bakteri E.coli) diameter hambat zona hambat bakteri S. aureus dan E. coli pada berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun singkong (foto kiri). Hasil uji aktivitas antibakteri S. aureus (foto kanan atas) dan hasil uji aktivitas antibakteri E. coli (foto kanan bawah). Alfiah Alif (Dosen Kimia), Erni Rosmawati, Nafil (Mahasiswa Kimia) Universitas Sembilanbelas November Kolaka membuat Penelitian Dosen Mahasiswa (PDM) Tahun 2025, dengan judul penelitian “Analisis Fitokimia, FTIR, dan GC-MS Integratif Ekstrak Etanol Daun Singkong dan Aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli". (Istimewa/Alfiah Alif, Dosen Kimia USN Kolaka)

Temuan ini semakin memperkuat hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang sudah membuktikan efektivitas daun singkong sebagai antibakteri.

Bedanya, penelitian kami tidak hanya menguji secara sederhana apakah senyawa aktif itu ada atau tidak (uji kualitatif), namun dengan pendekatan yang lebih komprehensif karena melibatkan identifikasi senyawa secara instrumental, bukan sekadar uji kualitatif sederhana.

Dengan cara ini, kami bisa mengetahui secara lebih detail kandungan dan potensi ekstrak daun singkong sebagai antibakteri.

Mengapa Ini Penting untuk Sultra?

Singkong adalah tanaman rakyat. Daunnya melimpah namun kerap hanya dijadikan sayur atau pakan ternak.

Padahal, berdasarkan hasil penelitian kami, ekstrak daun singkong bisa menjadi alternatif alami yang murah, aman, dan mudah dikembangkan untuk membantu mengatasi infeksi bakteri, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap obat modern.

Baca juga: Khasiat Daun Komba-komba, Mahasiswa Farmasi UHO Kendari: Hambat Pertumbuhan Sel Kanker Usus Besar

Lebih jauh, pendekatan ini membuka peluang riset lanjutan:

  • Pengembangan produk fitofarmaka berbasis daun singkong.
  • Pemberdayaan UMKM lokal di bidang herbal.
  • Penguatan ketahanan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam sendiri.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved