Rabu, 29 April 2026

Menyapa Nusantara

Gula Indonesia Bisa Swasembada Lebih Cepat

Selama bertahun-tahun, komoditas gula menjadi paradoks dalam kebijakan pangan Indonesia. 

Tayang:
Penulis: Content Writer | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Gula Indonesia Bisa Swasembada Lebih Cepat
Antara
KEBUN TEBU - Sejumlah pekerja menata tebu ke dalam bak truk saat panen. Selama bertahun-tahun, komoditas gula menjadi paradoks dalam kebijakan pangan Indonesia. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/Foc) 

Langkah ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sinyal kuat bahwa keseimbangan antara produksi dan konsumsi mulai tercapai. 

Dalam konteks operasional, kondisi ini dapat dikategorikan sebagai swasembada gula konsumsi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka menyampaikan optimisme tersebut. 

Ia menegaskan bahwa dengan percepatan program tebu nasional, terutama melalui bongkar ratoon, peningkatan benih unggul, dan perluasan areal, maka Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencapai swasembada gula konsumsi lebih cepat dari target semula.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat sisi permintaan dengan menjaga stabilitas harga dan memperbaiki distribusi. 

Badan Pangan Nasional memastikan bahwa keseimbangan pasokan dan harga tetap terjaga, sehingga petani tidak dirugikan dan konsumen tetap terlindungi.

Baca juga: Distanak Targetkan Sulawesi Tenggara Capai Swasembada Pangan, Sultra Dukung Pertanian Indonesia

Dengan kata lain, swasembada gula konsumsi 2026 bukan hasil kebetulan, tetapi buah dari kombinasi produksi yang meningkat, stok yang terjaga, dan kebijakan impor yang lebih disiplin.

Bongkar Ratoon, Perluasan Lahan, dan Nilai Tambah

Di balik peningkatan produksi tersebut, terdapat perubahan fundamental pada sektor hulu. 

Program bongkar ratoon menjadi salah satu kunci utama. 

Selama ini, banyak lahan tebu di Indonesia menggunakan ratoon tua yang produktivitasnya terus menurun. 

Akibatnya, hasil per hektare stagnan bahkan menurun. (Ratoon tebu ialah tanaman baru yang tumbuh dari akar tebu yang sudah dipanen. Red)

Melalui program bongkar ratoon, tanaman tua diganti dengan varietas unggul yang lebih produktif. 

Pada 2025, sekitar 100 ribu hektare lahan diremajakan, dan pada 2026 program ini diperluas hingga hampir 100 ribu hektare tambahan. 

Baca juga: Polres Bersama Pemda Konawe Tanam 50 Ribu Benih Jagung di Desa Nario Indah Dukung Swasembada Pangan

Langkah ini diperkuat dengan distribusi benih unggul dalam skala besar.

Dampaknya mulai terlihat. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved