Menyapa Nusantara
Gula Indonesia Bisa Swasembada Lebih Cepat
Selama bertahun-tahun, komoditas gula menjadi paradoks dalam kebijakan pangan Indonesia.
Penulis: Content Writer | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Gula-Indonesia-Bisa-Swasembada-Lebih-Cepat.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Selama bertahun-tahun, komoditas gula menjadi paradoks dalam kebijakan pangan Indonesia.
Di tengah potensi sumber daya yang besar, negeri ini justru bergantung pada impor dalam jumlah signifikan.
Data menunjukkan bahwa dalam periode 2020–2024, impor gula Indonesia berkisar 5–6 juta ton per tahun, jauh melampaui produksi domestik yang hanya berada di kisaran 2,3 juta–2,6 juta ton.
Ketergantungan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu importir gula terbesar di dunia.
Namun, dinamika dalam dua tahun terakhir menunjukkan arah yang berbeda.
Produksi mulai meningkat, program pemerintah semakin terstruktur, dan yang terpenting, ada keberanian untuk mengubah tata kelola.
Dengan kombinasi kebijakan hulu dan hilir yang lebih terintegrasi, optimisme menuju swasembada gula semakin nyata.
Baca juga: KKP dan Pemkab Kolaka Sertifikasi 6 Pulau Kecil Dorong Investasi Wisata
Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya kedaulatan pangan sebagai fondasi kekuatan nasional.
Ia menyatakan bahwa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, termasuk komoditas strategis seperti gula, tanpa bergantung pada impor.
Penegasan ini tentunya memberi sinyal bahwa swasembada gula menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah.
Perubahan paling nyata terlihat pada segmen gula konsumsi.
Pada 2025, produksi gula nasional mencapai sekitar 2,67 juta ton, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung stagnan.
Di saat yang sama, kebutuhan gula konsumsi nasional berada di kisaran 2,8 juta ton per tahun.
Yang membuat situasi 2026 menjadi berbeda adalah keberadaan stok awal (carry over) yang relatif besar, diperkirakan mencapai lebih dari 1,3 juta ton.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian: Ruang Hijau dan Walkable City Jadi Solusi Biaya Kesehatan
Dengan kombinasi produksi baru dan stok tersebut, pemerintah mengambil langkah strategis dengan tidak mengimpor gula konsumsi pada 2026.
| Gubernur ASR Perbaiki Jalan Motaha-Alangga Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Dukung Swasembada Pangan |
|
|---|
| Unilaki Konawe Perdana Tanam Benih Padi Unggul, Dukung Swasembada Pangan dan Riset Sektor Pertanian |
|
|---|
| Momen Forkopimda Sulawesi Tenggara Panen Jagung di Kolaka Timur, Kapolda Dukung Swasembada Pangan |
|
|---|
| Pemerintah Konawe Utara Genjot Swasembada Pangan, Targetkan Percetakan Sawah di Konut 1.500 Hektar |
|
|---|
| Bantuan Pertanian Mengalir di Sulawesi Tenggara, Distanak Sultra Dukung Swasembada Pangan Prabowo |
|
|---|