Berita Sulawesi Tenggara
Jelang Musda Golkar Sulawesi Tenggara, Ketua Panitia Sindir Kader di Jakarta Gegara Jadwal
Suasana jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya atau Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bergejolak.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Amelda Devi Indriyani
Meski Musda baru akan digelar, beberapa kader telah menyatakan diri untuk maju sebagai calon ketua.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, misalnya.
Darwin dilantik menjadi Bupati Mubar bersama politikus Partai Demokrasi Indonesia atau PDI-Perjuangan, Ali Basa.
Unggul melawan kotak kosong dengan 40.307 suara sah pada Pemilihan Kepala Daerah Muna Barat 2024.
Keduanya mengikuti pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Jakarta.
Politikus kelahiran 7 Juli 1985 yang memiliki basis kuat di Muna Barat ini secara terbuka mengumumkan kesiapannya untuk bertarung, namun dengan syarat jelas.
"Kalau itu diinginkan oleh DPD II dan diminta oleh DPP," kata Darwin saat ditemui di Kendari pada Selasa (26/8/2025).
Baca juga: Anggota DPR Sahroni Minta KPK Hargai Partai Imbas OTT Bupati Kolaka Timur di Acara Partai Nasdem
Selain Darwin, Abu Hasan juga mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon.
Berbeda dengan Darwin yang menunggu restu DPP, mantan Bupati Buton Utara ini menegaskan tidak perlu menunggu komando dari pusat.
"Untuk maju sebagai calon tidak perlu menunggu restu. Tapi untuk bertarung selanjutnya saya akan mempertimbangkan aspirasi yang muncul, baik dari DPD II maupun DPP," jelas Abu Hasan.
Sementara itu, petahana, Hery Asiku, belum memberikan tanggapan terkait pencalonannya kembali.
Herry Asiku menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara sejak tahun 2020 sampai saat ini.
Ia tidak merespon saat dihubungi TribunnewsSultra.com.
Hanya saja, pada April 2025, Hery Asiku sempat mengumumkan kunjungannya ke Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar, meminta restu kembali bertarung di Musda Golkar Sultra. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.