Berita Kendari

Bangun Drainase dan Jalan Lingkungan di Pondambea, Pemkot Kendari Atasi Banjir dan Kawasan Kumuh

Pemerintah Kota Kendari kembali melakukan pembebasan kawasan kumuh skala lingkungan di Jalan Segar, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae meletakan baru pertama pembangunan drainase di Jalan Segar, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat (12/8/3022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari kembali melakukan pembebasan kawasan kumuh skala lingkungan di Jalan Segar, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.

Kegiatan tersebut melalui program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), pada Jumat (12/8/2022).

Sebelumnya pelaksanaan IBM KOTAKU untuk pembangunan drainase sudah dilakukan di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, dengan luas lahan kumuh 7.277 meter.

Saat ini, pelaksanaan pembangunan kawasan kumuh berlangsung di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia dengan luas lahan yakni 7.612 hektare.

Dengan kategori tingkat kumuh ringan, di mana dari 7.612 hektare tersebut bakal dibangun jalan lingkungan dengan panjang 550 meter dan lebar 3 meter.

Baca juga: Penataan Kawasan Kumuh Puday-Lapulu Capai 90 Persen, Jadi Tempat Wisata di Kendari Sulawesi Tenggara

Selanjutnya, drainase lingkungan dengan panjang 387 meter dan lebar 0,4 meter.

Untuk pengerjaan program KOTAKU 2022 di Kota Kendari terdapat empat kelurahan yang mendapatkan perhatian dilakukan penataan kawasan lingkungan.

Empat kelurahan ini di antaranya Kelurahan Rahandouna, Anggoeya yang sudah lebih dulu diresmikan pengerjaannya, kemudian Kelurahan Pondambea yang kini mulai dikerjakan dan Kelurahan Wua-Wua.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyampaikan penataan kawasan lingkungan tersebut untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di beberapa kelurahan, termasuk di Jalan Segar, Kelurahan Pondambea.

"Tentu pengerjaan seperti ini perlu adanya sinergitas, kerena membangun bangsa ini tidak bisa hanya sendirian," ujarnya.

Baca juga: Spot Wisata di Kawasan Kumuh Puday-Lapulu Kendari Segera Tuntas, Diresmikan Agustus 2022

Dia berharap dengan adanya pembangunan tersebut dapat dijaga serta dirawat, sehingga aset tersebut bisa bertahan dan dirasakan manfaatnya untuk jangka waktu lama.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyebut, program IBM KOTAKU 2022, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan bagian untuk penataan lima kelurahan.

Di mana empat di antaranya merupakan kelurahan di Kota Kendari dan satu kelurahan di Kabupaten Kolaka.

"Memang tiap tahun untuk hal ini ada anggarannya dan tahun ini alhamdulillah diberikan ada lima titik yang bakal ditata," ucapnya.

Ridwan Bae menjelaskan, alasan dipilihnya empat kelurahan di Kota Kendari, sebab Kota Kendari merupakan ibu kota Provinsi Sultra, sehingga penanganan kawasan kumuh perlu dilakukan.

Baca juga: Sulkarnain Kadir Sebut Penataan Kawasan Kumuh Puday-Lapulu Kendari Kini Capai 50 Persen

"Kawasan kumuhnya sudah tertangani tapi masih perlu tambahan penanganan sehingga masyarakat bisa merasa lebih nyaman," ucapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved