Berita Kendari

Kini Tak Ada Lagi Pasien Covid-19 Dirawat di RSUD Kendari, Ruangan Isolasi Kembali ke Fungsi Utama

Kini pasien Covid-19 tak ada lagi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kendari sejak dua pekan terakhir.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Gedung Infection Center RSUD Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kini pasien Covid-19 tak ada lagi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kendari sejak dua pekan terakhir.

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kota Kendari Muhamad Asrul mengatakan tidak adanya pasien yang dirawat, lantaran seiring meredanya kasus Covid-19 di Kota Kendari.

Kata dia, data terakhir sejak Januari - Mei 2022, tercatat 97 pasien positif Covid-19 dengan gejala berat yang dirawat di RSUD Kota Kendari.

Di mana, pasien Covid-19 yang terdata pertama kali pada tahun 2022 tanggal 29, berangsur hingga 23 April.

Kemudian tak ada lagi pasien yang dirawat selama beberapa hari hingga tanggal 10 Mei, yang kembali mencatat satu kasus pasien Covid-19 dirawat.

Baca juga: RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara Catat Tak Ada Pasien Covid-19, Kini Ruangan Isolasi Kosong

"Setelah itu, sampai saat ini sudah tidak merawat lagi, tak ada pasien yang dirawat," kata Muhammad Asrul di RSUD Kendari, Senin (23/5/2022).

Ia menjelaskan ruangan yang dipakai untuk isolasi atau perawatan pasien Covid-19 di RSUD Kendari yakni Gedung Infection Center.

Saat ini, ruangan tersebut sudah kembali ke fungsi utamanya, yaitu menjadi Pusat Pelayanan Penyakit Infeksi (non Covid-19).

"Gedung Infection Center dengan jumlah bed 40, sekarang hanya merawat pasien dengan penyakit infeksi lainnya selain Covid-19, yang sedang dirawat sekarang 6 orang, jadi kembali ke fungsi awalnya, khusus untuk pasien-pasien yang infeksi tetapi di luar Covid-19," jelasnya.

Meskipun ruangan itu kembali ke fungsi utamanya, Muhammad Asrul mengatakan pihaknya tetap terus siaga ketika nantinya kembali ada pasien yang terindikasi Covid-19.

Baca juga: Pesan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi saat Lantik Wali Kota Baubau dan Pj Bupati Buton Tengah

Dalam hal ini pihaknya akan memindahkan atau mengalihkan perawatan pasien infeksi (non Covid-19) ini ke ruangan penyakit dalam.

"Karena selama ini melalui droplet (penularan Covid-19 berisiko tinggi) jadi harus dipisah ruangannya. Meskipun sudah reda, tapi tetap waspada karena (Covid-19) belum benar-benar hilang," bebernya.

Ia berharap pada tahun 2022, tidak ada lagi terjadi lonjakan penambahan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Seorang perawat di RSUD Kendari, Abdul Rahman Mayoro menjelaskan awalnya penanganan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kendari menggunakan beberapa ruang perawatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved