Berita Sulawesi Tenggara

Karantina Pertanian Kendari Cegah Wabah PMK Masuk Sultra, Perketat Lalu Lintas Muna, Kolaka, Kolut

Karantina Pertanian Kendari memperketat lalu lintas kawasan yang ada di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Karantina Pertanian mengunjungi Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Karantina Pertanian Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Karantina Pertanian Kendari memperketat lalu lintas kawasan yang ada di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah hewan dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Sultra.

Kepala Karantina Pertanian Kendari, Andi Faisal mengatakan terdapat beberapa pengetatan serta pengawasan di daerah sentral lalu lintas pada hewan ternak di Sultra.

"Kami memperketat pengawasan dan pemeriksaan dokumen maupun fisik di Pelabuhan Muna, Kolaka, dan Kolaka Utara guna memastikan setiap hewan masuk dan keluar Sultra," ujarnya, Senin (23/5/2022).

Lebih lanjut Andi Faisal mengatakan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bersama mencegah wabah PMK.

Baca juga: Nilam hingga Kemiri Jadi Unggulan Baru, Ekspor 2021 Karantina Pertanian Kendari Sumbang Rp4,9 Miliar

Selain itu, Karantina Pertanian Kendari pun juga terus mengedukasi kepada masyarakat tentang wabah PMK dan cara pencegahan penularannya.

"Daerah kita ini (Sultra) merupakan salah satu daerah penghasil serta penyuplai sapi di Indonesia, jadi kami berusaha keras agar jangan sampai penyakit ini masuk ke Sultra," imbuhnya.

Andi Faisal menuturkan terlebih lagi menjelang Hari Raya Iduladha, agar daging yang dikurbankan terjaga dan sehat.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang, menjelaskan wabah PMK bukan penyakit yang dapat menular atau membahayakan manusia.

Namun, harus terus waspada dan dapat menjadi banteng bagi masyarakat wilayah Sultra jangan sampai kecolongan.

Baca juga: Karantina Pertanian Kendari Gagalkan Penyelundupan Daging Rusa Ilegal Seberat 100 Kg di Kota Baubau

"Untuk diketahui, daging ternak positif PMK masih dapat dikonsumsi selama dimasak dengan cara yang benar, jadi tidak perlu panik dan tetap mengonsumsi daging ternak seperti biasanya," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan Menteri Pertanian telah memberikan instruksi agar jajaran Karantina Pertanian siaga satu menjelang Hari Raya Iduladha.

"Dengan lebih memperketat karantina hewan ternak yang masuk dan keluar dalam suatu wilayah 14 hari ke depan, 14 hari sebelum Iduladha, dan 14 setelah Iduladha," jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Karantina Pertanian mengunjungi Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Karantina Pertanian Kendari.

Hal ini untuk memastikan kelayakan karantina hewan yang diberlakukan selama 14 hari terhadap hewan yang hendak keluar dan masuk Sultra.

Baca juga: Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari Ajak Masyarakat Mulai Budidaya Tanaman Porang

Di mana, pemberlakuan karantina hewan ternak selama 14 hari untuk pemasukan dan pengeluaran hewan ternak menjadi salah satu langkah Barantan mencegah penyebaran wabah PMK di suatu wilayah.

Kebijakan ini diterapkan di 50 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian dan setiap pintu pemasukan dan pengeluaran. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved