Berita Wakatobi

SPTN Tomia-Binongko dan 15 Orang Wisatawan Asing Lepas Liarkan Bayi Penyu Tukik di Pantai Hondue

Giat dari Seksi Pengelolaan SPTN Wilayah III Tomia-Binongko yang berlangsung di Demplot Penetasan Semi Alami Spesies Penyu.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Puluhan wisatawan mancanegara ikut melepas tukik atau bayi penyu guna mendukung konservasi penyu di Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Puluhan wisatawan mancanegara ikut melepas liarkan tukik guna mendukung konservasi Penyu di Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, kegiatan giat dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wakatobi atau SPTN Wilayah III Tomia-Binongko yang berlangsung di Demplot Penetasan Semi Alami Spesies Penyu.

Berlokasi di Kelurahan Waha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada Minggu (15/5/2022).

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Tomia-Binongko, Iwanuddin.SP.,M.Sc mengatakan rombongan wisatawan asing ini berasal dari kapal LOB Seven Seas terdiri 15 orang berasal dari Amerika Serikat (USA), Afrika Selatan, dan Spanyol.

Baca juga: Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud Hijrah ke Partai NasDem Sultra, Persiapan Calon Anggota DPR RI

Saat tiba di demplot sekira pukul 13.00 Wita wisatawan itu disambut Kepala Seksi beserta staff dan selama kunjungan.

Lalu para wisatawan menyaksikan video dokumentasi monitoring Penyu dan proses pengelolaan demplot hingga pelepasan tukik.
 
"Wisatawan juga tidak melewatkan untuk berdiskusi mengenai konservasi penyu dan memberi makan kepada tukik yang masih dalam proses pembesaran," katanya pada Senin (16/5/2022).

Lebih lanjut, Iwanuddin menerangkan usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan tukik di Pantai Hondue, Resor Tomia, Wakatobi Sultra.

Baca juga: Mengenal Bambu Gila, Permainan Tradisional Desa Kulati di Kabupaten Wakatobi

"Pelepasan secara bersama-sama dengan wisatawan, staff SPTN Wilayah III Tomia-Binongko, dan Kelompok Pencinta Alam (KPA) Toburi Tomia, serta crew kapal LOB Seven Seas," tuturnya.

Dalam pelepasannya, sebanyak 20 ekor tukik berjenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dilepasliarkan ke laut. 

Wisatawan asal Spanyol, Alex mengungkapkan rasa bahagia diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung konservasi penyu Balai Taman Nasional Wakatobi, terlebih berkesempatan untuk turut serta melepasliarkan tukik.

Sementara Les, Wisatawan asal USA, mengunngkapkan kegiatan konservasi Penyu Balai Taman Nasional Wakatobi ini jauh lebih baik dan terorganisir dibandingkan dengan tempat lain yang pernah dia kunjungi.

"Alhamdulillah para wisatawan begitu antusias dan menikmati kegiatan ini sebagai salah satu pengalaman berwisata yang menarik di Taman Nasional Wakatobi," kata Iwanuddin.

Iwanuddin juga menuturkan, di akhir acara panitia pelaksana memberikan sertifikat apresiasi kepada para wisatawan dan kemudian foto bersama. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved