Sabtu, 11 April 2026

Berita Wakatobi

Mengenal Bambu Gila, Permainan Tradisional Desa Kulati di Kabupaten Wakatobi

permainan tradisional berbau mistis ada di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut dengan Bulu Gila atau Bambu Gila.

Tayang:
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Muhammad Israjab
zoom-inlihat foto Mengenal Bambu Gila, Permainan Tradisional Desa Kulati di Kabupaten Wakatobi
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
permainan tradisional yang berbau mistis ada di Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut dengan Bulu Gila atau Bambu Gila 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut ini permainan tradisional yang berbau mistis ada di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut dengan Bulu Gila atau Bambu Gila.

Berwisata ke suatu daerah tak lengkap rasanya bila tak mengenal dan menikmati budaya yang ada di daerah tersebut salah-satunya ialah permainan tradisional.

Tepatnya, permainan tradisional yang masih terjaga ini berada di Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Atlet Dayung Konawe Utara dan Wakatobi Perkuat Timnas Indonesia di Sea Games 2022 Vietnam

Saat ditemui tim TribunnewsSultra.com beberapa waktu lalu, Kepala Desa setempat, La Ode Burhanuddin mengatakan permainan Bulu Gila ini mirip dengan permainan Bambu Gila rakyat Maluku.

Lebih lanjut kata dia, pasalnya permainan Bulu Gila ini merupakan permainan dari daerah asal Kapten Pattimura tersebut yang dibawah petuah desa setempat saat merantau di tanah Maluku.

Namun La Ode Burhanuddin mengungkapkan, tak seperti zaman lalu permainan Bulu Gila kini hanya dapat dinikmati bila dalam gelaran besar seperti pada perayaan Festival Potapaki.

"Berbagai atraksi budaya berupa tarian, nyanyian, permainan daerah, maupun lomba dan kegiatan keagamaan akan menyemarakkan Kulati selama sebulan lebih yang dikemas dalam Festival Potapaki," tuturnya.

Diketahui, dalam berbagai atraksi budaya ditampilkan pada festival 3 tahun sekali Desa Kulati Wakatobi di Sultra bakal turut dipertunjukkan Bulu Gila yang menjadi kemeriahan festival.

Dalam pelaksanaannya, Bulu Gila ini memerlukan tujuh orang pria kuat untuk menenteng Bambu dengan seorang pawang yang bakal membacakan mantra.

Baca juga: Dinas Perkebunan dan Peternakan Inisiasi Kampung Coklat Jadi Ikon di Kolaka Sulawesi Tenggara

Sebatang bambu yang dipergunakan biasanya panjang sekitar 2,5 meter dan berdiameter 8 centimeter yang bakal dihadapi tujuh pria kuat tersebut.

Untuk memulainya, sang pawang akan membacakan mantra sembari menaburkan kemenyan yang telah dibakar dalam tempurung kelapa.

Kemudian mengusap bambu menggunakan lidi yang ada pada genggaman sang pawang sebelum bambu bergerak hebat.

Fungsi kemenyan dimaksud untuk memanggil roh para leluhur sehingga memberikan kekuatan mistis kepada bambu tersebut.

Roh-roh inilah yang membuat batang bambu seakan menggila atau terguncang-guncang seketika sang pawang meneriaki "Gila-gila" pertanda permainan mulai mainkan.

Biasanya, kalau permainan tradisional yang kerap dijumpai melibatkan hawa mistis bakal merasuki manusia tetapi dalam permainan Bulu Gila roh mistis dipanggil akan dialihkan ke dalam bambu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved