Breaking News:

Berita Konawe Utara

Pungli di Kawasan Tambang, Kepala Desa di Konawe Utara Ditangkap Polisi, Rp46,3 Juta Disita

Penangkapan bermula saat Tim Pemberantasan Premanisme dan Saber Pungli mengungkap kasus dugaan pungutan liar di daerah itu, pada Minggu (13/6/2021).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Fadli Aksar
Handover
Tim Pemberantasan Premanisme dan Saber Pungli Polres Konawe Utara (Konut) menunjukkan barang bukti uang tunai yang disita usai menangkap Kepala Desa Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan MA 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONUT - Kepolisian Resor Konawe Utara ( Polres Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap Kepala Desa Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan MA.

Penangkapan bermula saat Tim Pemberantasan Premanisme dan Saber Pungli mengungkap kasus dugaan pungutan liar di daerah itu, pada Minggu (13/6/2021) sekira pukul 16.00 Wita.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Konut, Iptu Rachmat Zam Zam mengatakan, saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan portal menutup jalan umum menuju kawasan tambang.

“Portal tersebut dibuat oleh AP selaku ketua portal,” kata Iptu Rachmat Zam Zam, Senin (14/6/2021).

Rachmat menjelaskan, portal tersebut dibuat pada Februari 2021 lalu oleh AP, berdasarkan perintah Kepala Desa Morombo Pantai MA.

Baca juga: Disebut Tak Punya Izin, PT Tiran Mineral Diduga Curi Ore Nikel dan Merusak Hutan di Konawe Utara

Baca juga: Swiping Aksi Premanisme dan Pungli, di Konawe Utara Tak Ditemukan, Baubau 3 Tukang Parkir Ditangkap

Portal itu digunakan untuk menghentikan kendaraan atau alat berat milik perusahaan pertambangan yang hendak melintas.

“Kemudian kendaraan atau alat berat tersebut dimintai sejumlah uang agar bisa melewati portal dengan memberikan karcis kepada supir kendaraan,” lanjut Rachmat.

Pungutan yang ditarik bervariasi, untuk mobil pemuat kayu Rp200 ribu, mobil pemuat alat berat Rp150 ribu, trapling alat berat, roda 4 LV dan mobil tangki BBM Rp100 ribu, dump truck dan bus Rp50 ribu, roda 4 biasa Rp5 ribu.

“Hasil pungutan sebesar Rp 4.205 000. Dana itu kemudian disimpan oleh bendahara insial LS,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Konawe ini.

Selain pungutan menggunakan portal, ditemukan juga pungutan yang dilakukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) inisial AS atas perintah Kepala Desa Morombo Pantai.

Baca juga: 11 Warga Penolak Aktivitas Tambang di Lahan Sengketa Konawe Utara Malah Ditangkap Polisi

Baca juga: Pengelola Pasar Pelelangan Ikan Kendari Akui Ada Pungli di Parkir Liar, Beri Karcis Tapi Tak Disetor

Sekdes diberi tugas untuk meminta uang terhadap setiap kegiatan pengapalan yang dilakukan oleh perusahaan yang berada di Desa Morombo Pantai.

Dari pungutan ini, Sekdes berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp73 juta dengan rincian dari PT MBA sebesar Rp 13 juta dan PT Bososi sebesar Rp 60 juta.

“Sebagian uang tersebut menurut keterangan Sekdes telah disalurkan kepada masyarakat sebesar Rp 30.850.000,” imbuh Rachmat.

Atas dugaan tindak pidana tersebut, tim Reskrim Polres Konawe Utara berhasil menangkap MA (Kades), AS (Ketua Portal), LS (bendahara) dan AR (mantan bendahara) serta barang bukti uang sebesar Rp46,3 juta.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved