Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

11 Warga Penolak Aktivitas Tambang di Lahan Sengketa Konawe Utara Malah Ditangkap Polisi

Polisi menuding, warga tersebut menghalangi aktivitas pertambangan di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
handover
Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra), menangkap 11 penolak aktivitas tambang, Selasa (1/6/2021). (foto ilustrasi aktivitas tambang). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra), menangkap 11 penolak aktivitas tambang, Selasa (1/6/2021).

Polisi menuding, warga tersebut menghalangi aktivitas pertambangan di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Rupanya, penangkapan 11 warga itu dipicu sengketa dua pemilik lahan pertambangan.

Dua perusahaan pertambangan pemilik lahan itu yakni PT Adhi Kartiko Mandiri (AKM) dan PT Adhi Kartiko Pratama (AKP).

Ke-11 warga yang ditangkap Polda Sultra itu merupakan perwakilan dari PT AKM karena diduga mengganggu aktivitas pertambangan PT AKP.

Baca juga: Polda Sultra Tangkap 11 Warga, Dituding Halangi Aktivitas Pertambangan di Konawe Utara

Baca juga: Penyebab Tongkang Terdampar Disegel Warga Konawe Utara, Tali Putus Lalu Terseret Ombak, Warga Kesal

Kedua perusahaan tersebut bersengketa di Mahkamah Agung (MA), pada putusan terkahir, kepemilikan lahan itu dimenangkan PT AKM.

Meski begitu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi mengatakan PT AKP masih memiliki hak.

"Hak keperdataannya masih dipegang PT AKP, maka apabila ada giat menghalangi pertambangan maka indikasinya pidana," ujar Heri lewat pesan singkat whatsapp messenger, Kamis (3/6/2021).

Heri pun mengetahui PT AKM telah memenangkan gugatan di Mahkama Agung.

Tetapi kata dia, masih ada upaya peninjauan kembali (PK) atas hak kepemilikan tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved