Berita Konawe Utara

Disebut Tak Punya Izin, PT Tiran Mineral Diduga Curi Ore Nikel dan Merusak Hutan di Konawe Utara

Data yang dihimpun TribunnewsSultra.com, PT Tiran Mineral sendiri hanya memiliki izin pendirian pabrik smelter.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)
Foto udara PT Tiran Mineral diduga melakukan pencurian ore nikel di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (11/6/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONUT - PT Tiran Mineral diduga melakukan pencurian ore nikel di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebab, aktivitas bongkar muat ore nikel ke kapal tongkang dilakukan PT Tiran Mineral, pada Jumat, (11/6/2021) diduga tanpa izin usaha pertambangan (IUP).

Data yang dihimpun TribunnewsSultra.com, PT Tiran Mineral sendiri hanya memiliki izin pendirian pabrik smelter.

Pantauan wartawan TribunnewsSultra.com, satu kapal tongkang terlihat tengah mengangkut ore nikel yang disuplai dari sejumlah mobil truk.

Sekitar 4 kendaraan truk lalu lalang mengangkut ore nikel dari puncak gunung ke dalam kapal tongkang.

Baca juga: Ditangkap Karena Halangi Aktivitas Tambang, Dirut PT AKM: Pertanyakan Surat Penangkapan Polda Sultra

Dua unit excavator juga melakukan aktivitas barge loading (burging) ore di atas kapal tongkang.

Seorang nelayan saat ditemui di bagang yang tak jauh dari lokasi tambang, Mustofa (40) menyebut aktivitas yang tengah berlangsung dilakukan PT Tiran Mineral.

"Iya sana, tenda itu (biru), belum lama (beraktivitas)," kata Mustofa sembari mengarahkan jari telunjuknya ke aktivitas PT Tiran Mineral.

Salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi membenarkan, aktivitas bongkar muat itu dilakukan PT Tiran Mineral.

Aktivitas bongkar muat ore nikel ke kapal tongkang dilakukan PT Tiran Mineral, pada Jumat, (11/6/2021)
Aktivitas bongkar muat ore nikel ke kapal tongkang dilakukan PT Tiran Mineral, pada Jumat, (11/6/2021) ((TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar))

"Iya, itu PT Tiran," kata pria yang tak mau menyebutkan namanya itu, Jumat, (11/6/2021).

Tak hanya itu, PT Tiran Mineral ini juga diduga merusak hutan.

Terlihat dari foto udara empat unit excavator tengah mengeruk tanah di atas gunung.

Empat alat alat ini juga sesekali memuat material tanah ore ke mobil truk untuk dibawa ke kapal tongkang.

Baca juga: 11 Warga Penolak Aktivitas Tambang di Lahan Sengketa Konawe Utara Malah Ditangkap Polisi

Tampak tak ada pengawalan ketat dari petugas keamanan internal perusahaan.

Aktivitas bongkar muat hingga penambangan ini juga jauh dari pemukiman warga.

Dinas Kehutanan setempat meminta perusahaan menghentikan aktivitas pertambangan nikel di dalam kawasan hutan produksi yang terlarang seluas 800 hektare.

Sebab izin yang dikeluarkan pemerintah hanyalah pendirian pabrik smelter.

Humas PT Tiran Indonesia La Pili belum menjawab pesan WhatsApp Mesengger TribunnewsSultra.com saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6/2021)(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved