Pengelola Pasar Pelelangan Ikan Kendari Akui Ada Pungli di Parkir Liar, Beri Karcis Tapi Tak Disetor

Padahal, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama komisi II DPRD Kendari di ruang rapat Jalan Madusila, Jumat (12/3/2021), Matrah lepas tangan.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
(Muhammad Israjab/TribunnewsSultra.com)
Kepala Unit Pelaksanan Teknis Daerah (UPTD) TPI Sodoha, Matrah mwngakui terjadi pungutan liar di kawasan parkira depan Pasar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodoha, Kendari 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Pengelola pasar pelelangan ikan Sodoha akui terjadi pungutan liar di lahan parkir depan pasar tersebut.

Namun Kepala Unit Pelaksanan Teknis Daerah (UPTD) TPI Sodoha, Matrah tidak secara gamblang menyebutkan hal itu.

Padahal, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama komisi II DPRD Kendari di ruang rapat Jalan Madusila, Jumat (12/3/2021), Matrah lepas tangan.

Sebab, dia tak bisa berbuat banyak melihat masalah parkir liar itu, lantaran di luar kewenangannya.

Baca juga: Pedagang Sebut Pungutan Liar Marak di Pasar Pelelangan Ikan Kendari, Sewa Lapak hingga Puluhan Juta

Baca juga: DPRD Geram ke Pemkot Kendari, Gegara Sampah Menggunung di Pasar Pelelangan Ikan

Baca juga: Parkir Liar di Pasar Pelelangan Ikan Kendari, Picu Kemacetan, Dimanfaatkan Oknum Pungut Keuntungan

Matrah mengatakan sudah memberikan karcis kepada petugas parkir di depan pasar atau bahu jalan, tapi masih banyak pungutan tanpa menggunakan karcis tersebut.

"Kita sudah berikan karcis, tapi masih banyak sekali pungutan tanpa karcis,” ungkap Matrah di ruangannya Jl Pembangunan, Kelurahan Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (15/3/2021). 

Menurut Matrah awalnya ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Dinas Perhubungan Kota Kendari pada 2015 lalu.

Keduanya bersepakat, parkiran di bahu jalan adalah kewenangan DKP, dengan ketentuan, penyetoran parkir melalui UPTD Rp220 ribu per hari.

Namun, 2019 DKP melakukan MoU lagi ke pihak ketiga, namun Matrah berdalih tidak mengetahui kelompok itu.

Sehingga penarik parkir dua kelompok, salah satunya menyetor ke UPTD.

"Jadi mereka (kelompok) menyetor langsung di UPTD setiap hari langsung juga kita setor ke bendahara penerimaan DKP. Jadi tidak ada yang tersimpan uang retribusi," kata Matrah

Hasil parkir di luar dan di dalam pasar lelang ikan Sodoha mencapai Rp102 juta pada 2020.

“Ini melebihi target PAD sebanyak Rp100 juta di tahun 2020,” katanya.

Pemicu Macet

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved