Selasa, 26 Mei 2026

Air Bersih di Kendari

Keluhan Warga Kota Kendari Terhadap Air yang Bau dan Keruh, hingga PDAM Bisa Digugat

Lina (35), warga yang tinggal di Jalan Jambu Putih Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari, mengaku resah dengan pelayanan air dari PDAM.

Tayang:
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Laode Ari
zoom-inlihat foto Keluhan Warga Kota Kendari Terhadap Air yang Bau dan Keruh, hingga PDAM Bisa Digugat
handover
Tampak air PDAM Tirta Anoa, keruh dan mengeluarkan bau busuk. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Kondisi air keruh dan berbau dari PDAM Tirta Anoa Kendari telah banyak dikeluhkan warga Kota Kendari.

Lina (35), warga yang tinggal di Jalan Jambu Putih Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari, mengaku resah dengan pelayanan air dari PDAM.

Ia mengatakan sudah lama tak lagi menggunakan air dari PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal itu karena air yang keruh, apa lagi kondisi itu diperparah kalau memasuki musim penghujan.  

"Kualitasnya juga sama dengan air sumur bor, kadang keruh kadang tidak, apalagi musim hujan," kata Lina kepada Tribunnewssultra.com, Minggu (04/04/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan air, ia beralih ke sumur bor.

Baca juga: Dibayar Rp85 Ribu Per Bulan, Air PDAM Mengalir Seminggu Sekali, Warga: Menetes Seperti Kencing

Baca juga: Mesin PDAM Kendari Rusak Lagi, Cuma Satu Unit Berfungsi, Damin: Terkendala Perbaikan Staf Meninggal

Baca juga: Akibat Air PDAM Tak Bisa Dikonsumsi Gegara Kotor dan Bau Bangkai, Warga Terpaksa Beli Air Tandon

lina mengatakan meski kondisi air dari sumur bor terkadang sama dengan air dari PDAM.

Namun, ia mengaku kebutuhan akan air itu lebih baik daripada bergantung ketersedian air dari PDAM.

"Mengalir pada pukul 08:00 hinggah pukul 12:00 Wita, kalau pake sumur Bor kan kebutuhan air kapan saja terpenuhi," ujar Lina.

Hal yang sama juga dikeluhkan warga yang berada di BTN Green Munando Anggoeya, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari

"Ada tetangga saya baru 2 hari lalu dia menggunakan air PDAM dan keruh," kata Rolan (33) kepada Tribunnewssultra.com, Minggu (04/04/2021).

Rolan juga mengungkapkan pipa PDAM itu belum lama masuk di btn tempat tinggal mereka.

Namun warga sekitar lebih memilih menggunakan air sumur bor yang disediakan penyedia BTN untuk penggunaan bersama.

Curhat Emak-emak

Sebelumnya, curhatan emak-emak di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan air PDAM kotor dan berbau.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved