Air Bersih di Kendari
Dibayar Rp85 Ribu Per Bulan, Air PDAM Mengalir Seminggu Sekali, Warga: Menetes Seperti Kencing
Dibayar Rp85 ribu per bulan, Air PDAM Kota Kendari Kotor dan Busuk, mengalir seminggu sekali seperti kencing.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/20210403_air_pdam_mirip_comberan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dibayar Rp85 ribu per bulan, Air PDAM Kota Kendari, mengalir seminggu sekali warga sebut menetes seperti tetesan kencing.
Sebelumnya, curhatan emak-emak di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kesal air PDAM mirip comberan hingga bau seperti bangkai dituangkan dalam percakapan aplikasi whatsapp.
Terlihat percakapan mereka tidak puas dengan pelayanan PDAM Tirta Anoa Kendari.
Dalam percakapan itu, emak-emak menyebut air keruh dan berbau seperti comberan.
Seorang warga Kota Kendari, Rita (41) punya keluhan serupa, dirinya memeperoleh pasokan air bersih tak menetu.
Baca juga: Keluhan Air Kotor dan Busuk Kerap Diterima saat Reses, DPRD Kendari Desak PDAM Benahi Pelayanan
Baca juga: Mesin PDAM Kendari Rusak Lagi, Cuma Satu Unit Berfungsi, Damin: Terkendala Perbaikan Staf Meninggal
Biasanya, air PDAM Kota Kendari mengaliri rumahnya 3 hari sekali atau seminggu dua kali.
Namun, yang dirasakan kini berbeda, air mengalir 4 sampai 5 hari sekali atau sepekan sekali.
"Kalaupun mengalir airnya seperti orang buang air kecil (kencing), sedikit yang keluar," kata Rita kepada TribunewsSultra.com, Sabtu (3/4/2021).
Warga yang lain juga ikut bersuara mengenai masalah air PDAM.
Seorang warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat mengaku membeli air bersih PDAM Rp85 ribu per bulan untuk pemakaian 10 kubik.
Bahkan ia juga sering membayar lebih, namun, Sabtu (3/4/2021) bukannya air bersih yang diterima, namun cairan hitam bak comberan busuk.
"Kalau PDAM 10 kubik Rp85 ribu, saya lupa (nominalnya) mas, karena biasa (bayar) lebih," jelas emak-emak yang tak mau disebutkan identitasnya itu.
Dia pun terpaksa membeli air tandon yang lebih murah, sebab, air dari PDAM tak bisa dikonsumsi.
"Kalo kondisi air lagi keruh dari PDAM, terpaksa beli air tower (tandon) harga Rp65 ribu," katanya.
Curhatan Emak-emak