Air Bersih di Kendari
Keluhan Warga Kota Kendari Terhadap Air yang Bau dan Keruh, hingga PDAM Bisa Digugat
Lina (35), warga yang tinggal di Jalan Jambu Putih Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari, mengaku resah dengan pelayanan air dari PDAM.
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/20210403_air_pdam_mirip_comberan.jpg)
Bahkan, kondisi ini paling parah karena hitam kecoklatan, meski selama ini air selalu keruh.
"Berarti ada pipa bocor, mungkin karena hujan. Karena kalau air keruh biasanya ada yang bocor. Segera kami tangani," kata Damin saat dikonfirmasi, Sabtu (3/4/2021).
Damin menyebut, setiap hujan turun pipa selalu bergeser hingga bocor dan kemasukan air.
Curhatan emak-emak di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kesal air PDAM mirip comberan hingga bau seperti bangkai dituangkan dalam percakapan aplikasi whatsapp.
Terlihat percakapan mereka tidak puas dengan pelayanan PDAM Tirta Anoa Kendari.
Dalam percakapan itu, emak-emak menyebut air keruh dan berbau seperti comberan.
"Bau bu, sudah mau full bak, lihat ini langsung di buang lagi. Macam bau comberan," kata emak-emak itu melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/4/2021).
Baca juga: Curhat Emak-emak di Kendari, Kesal Air PDAM Mirip Comberan hingga Bau Seperti Bangkai
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Air Warga Kendari Beli Air Tandon, PDAM Jarang Mengalir Hingga Harus Irit Pemakaian
Ada juga emak-emak mengaku pasrah, walaupun air keruh tetap ia ambil sebagai kebutuhan.
"Sama, di rumah juga airnya hitam. Dari pada tidak ada air, ditadah saja bak,"tulisnya.
Kondisi itu dialami Lian (34) warga Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia, Kota Kendari, katanya kejadian itu berlangsung Sabtu pagi (3/4/2021).
Ketika ia menampung air, ternyata aliran air PDAM itu terlihat air keruh dan berbau seperti bangkai.
"Keruh airnya kecokelatan. Berbau sekali seperti bangkai hewan," katanya lewat pesan WhatsApp, Sabtu (3/4/2021).
Kejadian air keruh itu ia rasakan 3 jam mulai pukul 06.00 WITA sampai 08.00 WITA.
Mengalir Seminggu Sekali
Dibayar Rp85 ribu per bulan, Air PDAM Kota Kendari, mengalir seminggu sekali warga sebut menetes seperti tetesan kencing.