Rabu, 27 Mei 2026

Air Bersih di Kendari

Keluhan Warga Kota Kendari Terhadap Air yang Bau dan Keruh, hingga PDAM Bisa Digugat

Lina (35), warga yang tinggal di Jalan Jambu Putih Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari, mengaku resah dengan pelayanan air dari PDAM.

Tayang:
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Laode Ari
zoom-inlihat foto Keluhan Warga Kota Kendari Terhadap Air yang Bau dan Keruh, hingga PDAM Bisa Digugat
handover
Tampak air PDAM Tirta Anoa, keruh dan mengeluarkan bau busuk. 

Sebelumnya, curhatan emak-emak di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kesal air PDAM mirip comberan hingga bau seperti bangkai dituangkan dalam percakapan aplikasi whatsapp.

Terlihat percakapan mereka tidak puas dengan pelayanan PDAM Tirta Anoa Kendari.

Dalam percakapan itu, emak-emak menyebut air keruh dan berbau seperti comberan.

Baca juga: PDAM Tirta Anoa Pasok Air Bersih di 16 Ribu Rumah di Kota Kendari, Damin Akui Masih Kurang

Baca juga: Sudah Seminggu Satu Mesin PDAM Kendari Rusak, Air Mengalir 5 Hari Sekali

Sejumlah warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa keruh.(Foto ilustrasi)
Sejumlah warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa keruh.(Foto ilustrasi) (Tribunnews)

Seorang warga Kota Kendari, Rita (41) punya keluhan serupa, dirinya memeperoleh pasokan air bersih tak menetu.

Biasanya, air PDAM Kota Kendari mengaliri rumahnya 3 hari sekali atau seminggu dua kali.

Namun, yang dirasakan kini berbeda, air mengalir 4 sampai 5 hari sekali atau sepekan sekali.

"Kalaupun mengalir airnya seperti orang buang air kecil (kencing), sedikit yang keluar," kata Rita kepada TribunewsSultra.com, Sabtu (3/4/2021).

Warga yang lain juga ikut bersuara mengenai masalah air PDAM.

Seorang warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat mengaku membeli air bersih PDAM Rp85 ribu per bulan untuk pemakaian 10 kubik.

Bahkan ia juga sering membayar lebih, namun, Sabtu (3/4/2021) bukannya air bersih yang diterima, namun cairan hitam bak comberan busuk.

"Kalau PDAM 10 kubik Rp85 ribu, saya lupa (nominalnya) mas, karena biasa (bayar) lebih," jelas emak-emak yang tak mau disebutkan identitasnya itu.

Dia pun terpaksa membeli air tandon yang lebih murah, sebab, air dari PDAM tak bisa dikonsumsi.

"Kalo kondisi air lagi keruh dari PDAM, terpaksa beli air tower (tandon) harga Rp65 ribu," katanya

Dalih PDAM

Dalih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari air kotor dan busuk akibat pipa bocor.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved