Senin, 4 Mei 2026

Kapal Tongkang Pengangkut Ore Nikel Parkir di Teluk Kendari, Mangrove Tercabut, Laut Tercemar

Pantauan awak TribunnewsSultra.com, Rabu (10/3/2021) kapal yang biasanya mengangkut ore nikel dari perusahaan tambang itu masih terapung di perairan T

Tayang:
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
zoom-inlihat foto Kapal Tongkang Pengangkut Ore Nikel Parkir di Teluk Kendari, Mangrove Tercabut, Laut Tercemar
(Muhammad Israjab/TribunnewsSultra.com)
Tiga buah kapal tongkang dan satu tagboat terparkir di Teluk Kendari, Jl Madusila, Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Tiga buah kapal tongkang dan satu tagboat terparkir di Teluk Kendari, Jl Madusila, Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pantauan awak TribunnewsSultra.com, Rabu (10/3/2021) kapal yang biasanya mengangkut ore nikel dari perusahaan tambang itu masih terapung di perairan Teluk Kendari.

Tampak tali dari dua kapal terikat di sejumlah pohon mangrove.

Satu kapal lain berada di tengah perairan Teluk Kendari.

Baca juga: Satu Kapal Perang TNI AL Diberi Nama KRI Teluk Kendari 518, Ini Spesifikasinya

Baca juga: TERBONGKAR Peredaran Sabu Samarinda ke Kendari, Diintai Polisi dari Hotel Digerebek di Perumnas

Baca juga: Mau Lapulu seperti Bungkutoko dan Petoaha, Dibeber Wali Kota Sulkarnain di Festival Kampung Pesisir

Bukan hanya itu, satu kapal satu kapal tugboat terlihat karam tepat di samping tambak warga.

Warga yang bermukim di wilayah itu pun mengeluhkan kondisi tersebut.

Seorang warga bernama Udin (samaran) mengatakan, kendaraan itu sudah lama terparkir di Teluk Kendari.

Warga mengaku kesal, lantaran kapal itu telah merusak sejumlah mangrove.

“Mangrove yang kami tanam dirusak, karena tali kapalnya diikat ke pohon, ada angin kencang kapal itu bergeser sehingga pohon tercabut,” Udin.

Tak hanya parkir, wilayah teluk juga dijadikan seperti 'bengkel', pasalnya warga kerap melihat sejumlah orang memperbaiki dan mengganti onderdil kapal di situ.

Akibatnya, air teluk tercemar dari limbah kapal.

Baca juga: Pembangunan RS Jantung Kendari Lanjut 2021, Pemprov Sultra Pakai Utang Rp388 Miliar, Progres Tender

Baca juga: Sempat Hilang, Dua Nelayan Ditemukan Selamat, Kapal Mati Mesin Dihantam Ombak

Baca juga: Kelakuan Aprilia Manganang Dibongkar Atlet Voli Putri, Buat Amalia Fajrina dan Yolla Yuliana Kaget

“Barang yang tidak dipakai dibuang ke laut, makanya airnya kotor ada minyaknya,” katanya.

Udin menyampaikan, kapal ini berasal dari Kalimantan dan Surabaya, memasok bahan baku di salah satu perusahaan di Kota Kendari.

“Ada yang mulai 2010, sejak pembangunan Jembatan Teluk Kendari (JTK),” ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun kapal tongkang ini membayar biaya parkir ke oknum, mulai dari Rp300 ribu sampai Rp1 juta per hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved