Berita Kendari
Jalan Martandu Kendari Langganan Tergenang saat Hujan, Warga Sebut Drainase Tersumbat
Jalan Martandu di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kerap tergenang air setiap kali hujan deras.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Potret-air-keluar-dari-drainase-yang-menyebabkan-Jalan-Martandu.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jalan Martandu di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kerap tergenang air setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Ruas jalan ini salah satu akses menuju sejumlah perkantoran, seperti Kantor Gubernur Sultra, Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra.
Di sepanjang jalan juga terdapat banyak kios pedagang, mulai dari toko sembako hingga warung makan.
Pantauan Tribunnewssultra.com di lokasi, Jumat (8/5/2026), air meluber hingga menutupi sebagian badan jalan usai hujan turun.
Air keruh tampak mengalir deras dari saluran drainase ke ruas jalan dan membentuk pusaran di beberapa titik.
Kondisi tersebut tampak disebabkan karena drainase tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Baca juga: Pengendara Motor Tewas Usai Terperosok ke Drainase di Jalan Poros Langara–Lampeapi Konawe Kepulauan
Meski lalu lintas tetap berjalan, sejumlah pengendara terlihat memperlambat kendaraan untuk menghindari mogok maupun tergelincir akibat genangan.
Salah seorang warga, Ningsih, mengatakan kawasan tersebut cepat tergenang air meski hujan baru berlangsung sekitar 15 menit.
“Kalau hujan deras cukup lama, air bisa menutup seluruh jalan sampai masuk ke kios,” kata Ningsih.
Ia menyampaikan genangan air ini biasanya lambat surut.
Jika air mulai menggenang sejak pagi, kondisi tersebut baru berangsur surut pada malam hari.
Menurut Ningsih, penyebab genangan diduga karena saluran drainase tersumbat.
Ia mengaku sering melihat air menyembur deras dari dalam drainase yang berada tidak jauh dari kiosnya.
“Selama ini belum ada pembersihan atau perbaikan drainase, jadi setiap hujan pasti tergenang lagi,” jelasnya. (*)
(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)