Breaking News:

Musda PAN Sultra

Ketum PAN Zulhas Minta Kader Tak Ulangi Kongres Brutal di Kendari, Tinggalkan Cara Jahiliah

Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyebut kongres di Kendari pada 12 Februari 2020 lalu brutal.

(Muhammad Israjab/TribunnewsSultra.com)
Suasana Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-V secara virtual yang diikuti seluruh kader di Hotel Swiss-Bel Kendari, Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyebut kongres di Kendari pada 12 Februari 2020 lalu brutal.

Dirinya pun meminta para kader belajar dari kesalahan masa lalu dan tak mengulangi hal yang sama.

Hal itu dinyatakan Ketum PAN itu saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-V.

Acara ini digelar secara virtual yang diikuti seluruh kader PAN di Hotel Swiss-Belhotel Kendari, Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Selasa (23/2/2021).

"Kita harus mengambil pelajaran di usia PAN ke 23 ini. Cara-cara jahiliah seperti saat kongres ke-V di Kendari, paling heboh dan paling brutal," kata Zulikfli

Baca juga: Ketua DPRD Sultra Tegas Minta Investasi di Sulawesi Tenggara Harus Sejahterakan Masyarakat

Baca juga: Wakil Wali Kota Kendari Apresiasi Kehadiran TribunnewsSultra.com, Harap Jadi Media Terbaik di Sultra

Baca juga: Lima Fakta Daft Punk, Duo Dance Legenaris Bubar Setelah 28 Tahun, Pernah Buat Film dan Menang Grammy

Pria yang akrab dipanggil Zulhas itu menyebut, kongres pada 12 Februari 2020 lalu itu belum pernah terjadi di partai manapun di Indonesia.

Seperti saling lempar kursi, sehingga dijaga ketat polisi karena bertikai satu sama lain.

Dia mengatakan, bersaing di partai itu, ukurannya di legislatif dan eksekutif.

Kompetisinya antara partai, bukan di dalam internal, dengan menjalankan visi-misi partai.

Ketum PAN itu meminta agar tidak ada lagi kompetisi di internal partai.

Baca juga: Sabu Seberat 678,12 Gram Milik Penjual Ikan di Kota Kendari Dimusnahkan BNNP Sultra

Baca juga: Dituduh Kudeta Demokrat, Moeldoko Singgung Loyalitas Kader Partai: Diborgol Saja agar Tak Pergi

Baca juga: Lansia Kader PAN Cabuli Anak Kandung, Akhirnya Langsung Dipecat dari Partai: Tidak Ada Ampun

"Seperti saat kongres itu, kita ugal-ugalan, beda partai lain, PKS, PDIP, Nasdem, PKB, Golkar dan Demokrat semua aklamasi. Tidak heboh seperti kita" ucapnya.

Musda ke-V PAN diikuti secara virtual bersamaan dengan tiga wilayah yaitu Sultra, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur (Jatim).

Musda itu digelar untuk memilih ketua DPD PAN sekaligus sebagai ajang konsolidasi internal untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Musda dibuka langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, melalui virtual diikuti oleh masing-masing DPW. (*)

Penulis: Muhammad Israjab
Editor: Fadli Aksar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved