Selasa, 21 April 2026

Dituduh Kudeta Demokrat, Moeldoko Singgung Loyalitas Kader Partai: Diborgol Saja agar Tak Pergi

Moeldoko pun menyinggung soal loyalitas anak buah di dalam partai hingga menyebut soal diborgol agar anggota tidak meninggalkan partai.

Tayang:
Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Dituduh Kudeta Demokrat, Moeldoko Singgung Loyalitas Kader Partai: Diborgol Saja agar Tak Pergi
KOMPAS.com/Dian Erika
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Kemenko-PMK, 6 Januari 2020. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko disebut ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

Moeldoko pun menyinggung soal loyalitas anak buah di dalam partai hingga menyebut soal diborgol agar anggota tidak meninggalkan partai.

Diketahui, disebutkan ada kudeta Partai Demokrat atas arahan Moeldoko.

Baca juga: Dituduh Kudeta Demokrat, Moeldoko Bingung: Kudeta Itu dari Dalam, Masa dari Luar?

Menanggapi hal itu, Moeldoko menyebut harusnya istilah kudeta adalah ambil alih dari dalam partai itu sendiri.

Sedangkan Moeldoko adalah pihak di luar Partai Demokrat.

"Kalau ada istilah kudeta itu adalah dari dalam. Masa kudeta dari luar?," kata Moeldoko dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021) malam.

Dia lantas menyinggung soal menjaga loyalitas anak buah dalam sebuah partai.

Baca juga: Kampanye Hati-hati Makan Bersama di Tengah Pandemi Covid-19: Tetap Jaga Jarak dan Jangan Berbicara

Dia menilai, apabila partai tidak ingin anak buahnya pergi, maka sebaiknya dijaga hingga tidak bisa bergerak layaknya dipakaikan borgol.

"Ya kalau anak buahnya enggak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol saja kali ya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Panglima TNI itu pun menyampaikan pesan agar petinggi Partai Demokrat menjadi pemimpin yang kuat.

Dia menegaskan, seorang pemimpin partai sebaiknya tidak mudah terbawa perasaan.

"Saran saya, jadi seorang pemimpin harus pemimpin yang kuat. Janga mudah baperan. Jangan mudah terombang-ambing," tegasnya.

Baca juga: Jokowi Anggap PPKM Tidak Efektif dan Tidak Konsisten: Harus Ajak Banyak Pakar Epidemiologi

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut Moeldoko sebagai sosok yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

"Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin malam.

AHY memang sebelumnya menyatakan, ada sebuah gerakan yang mengarah pada upaya mengambil alih kepemipinan Partai Demokrat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved