Breaking News:

Launching TribunnewsSultra

Ketua DPRD Sultra Tegas Minta Investasi di Sulawesi Tenggara Harus Sejahterakan Masyarakat

Abdurrahman Saleh selaku penanggap narasumber, mengatakan investasi harus diberi 'karpet merah' di Sultra.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
Dokumentasi TribunnewsSultra.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh saat memberikan tanggapan di dalam acara Webinar Nasional bertema Menarik Investasi ke Sulawesi Tenggara di Tengah Pandemi Covid-19, sebagai rangkaian peluncuran portal jaringan Tribun Network ke-51 di Kota Kendari, yang digelar secara virtual, Kamis (18/2/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh bersuara lantang soal investasi di Sultra dalam webinar nasional, Kamis (18/2/2021).

Webinar Nasional bertajuk Menarik Investasi di Sulawesi Tenggara di Tengah Pandemi Covid-19 itu merupakan rangkaian peluncuran portal jaringan Tribun Network ke -51 di Kota Kendari, Sultra.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengikuti diskusi virtual dari ruang kerjanya, Jl Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Abdurrahman Saleh selaku penanggap narasumber, mengatakan investasi harus diberi 'karpet merah' di Sultra.

Apalagi, dengan adanya undang-undang cipta kerja, akan semakin mempermudah masuknya investasi.

Kendati demikian, kemudahan investasi itu, harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat Sultra.

“Jika kita ingin investasi naik maka regulasi harus di permudah, tapi harus berbanding lurus dengan kesejateraan rakyat,” ucap Abdurrahman Saleh.

Baca juga: CEO Tribun Network Ungkap Alasan TribunnewsSultra.com Hadir di Sulawesi Tenggara, Sebut Labengki

Baca juga: Jurus Mentan SYL Jaga Pangan di Masa Pandemi, Diungkap Dalam Webinar Peluncuran TribunnewsSultra.com

Sehingga, investor bisa memberi kontribusi nyata kepada masyarakat, seperti di sektor perikanan.

Menurut dia, nelayan dan pelaku perikanan lain harus mendapat bantuan.

“Para nelayan bukan kita beri umpannya, tapi diberikan kailnya. Saat pasokan melimpah atau saat langka harganya harus sama. Sehingga bisa dirasakan semua masyarakat,” ucapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved