Berita Kendari
Bank Sampah di Pesisir Kendari Bertambah Jadi 3 Unit, Sampah Plastik Dihargai Mulai Rp1.500 per Kilo
Bank Sampah di kawasan pesisir Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) bertambah, jumlahnya kini mencapai tiga unit.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Amelda Devi Indriyani
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bank Sampah di kawasan pesisir Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) bertambah, jumlahnya kini mencapai tiga unit.
Satu unit gedung bank sampah baru saja diresmikan di Jalan Garuda, Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Provinsi Sultra, Jumat (29/8/2025).
Lokasinya berkisar 12 kilometer atau menempuh waktu 20 menit dari kantor balai kota Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Sedangkan dua bangunan bank sampah lainnya berada di Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli.
Bank Sampah Petoaha ini merupakan bantuan dari RAJA Foundation dan Naturevolution Prancis.
Keduanya merupakan lembaga independen atau Non Governmental Organization (NGO) yang berasal dari Prancis.
Namun RAJA Foundation bergerak dalam pemberdayaan perempuan, sedang Naturevolution bergerak di bidang lingkungan hidup.
Baca juga: Warga Sekitar Pasar Lawa Muna Barat Keluhkan Sampah Terhambur, DLH Sebut Kendala BBM Truk Pengangkut
Naturevolution Indonesia berfokus pada pengelolaan sampah dengan sistem ekonomi sirkular atau berkelanjutan, khususnya di Kendari.
Selain bangunan, bantuan perlengkapan berupa empat arco dan dua timbangan juga diberikan kepada pengurus bank sampah setempat.
Waste Management Leader dari Nature Evolution Indonesia, Setiawan mengatakan, dari 30 bank sampah se-Kota Kendari 20 di antaranya terbilang cukup aktif.
Adapun bank sampah teraktif di Ibu Kota Provinsi Sultra menurutnya berada di kawasan pesisir.
Dia menilai, kontribusi nelayan perempuan dalam pemilahan sampah plastik sangatlah besar.
"Kalau di pesisir ini, perempuan menjadi garda terdepan dalam pemilahan sampah karena mereka selain mencari ikan juga memunguti sampah di lautan," kata dia.
Pria akrab disapa Wawan ini juga bilang, sampah laut paling banyak ditemukan di area pesisir Bungkutoko.
Baca juga: Warga Kendari Sulawesi Tenggara Buang Sampah Sembarangan Siap-siap Kena Denda Rp500 Ribu-Rp50 Juta
Dalam satu bulan, sampah plastik terpilah yang bersumber dari laut tersebut paling sedikit mencapai satu ton.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.