Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kendari

Peningkatan Penduduk dan Kuliner di Kendari Jadi Penyebab Sampah Naik 253 Ton per Hari

Produksi sampah di Kota Kendari, Sultra mencapai 253 ton per hari atau sebesar 7.590 ton per bulan. Sebelumnya volume sampah harian sebesar 243 ton.

Tayang:
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Dewi Lestari
zoom-inlihat foto Peningkatan Penduduk dan Kuliner di Kendari Jadi Penyebab Sampah Naik 253 Ton per Hari
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
TPAS PUUWATU KENDARI - Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau DLHK Kota Kendari mencatat produksi sampah mencapai 253 ton per hari atau sebesar 7.590 ton per bulan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Produksi sampah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 253 ton per hari atau sebesar 7.590 ton per bulan.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau DLHK Kota Kendari mencatat volume sampah harian sebesar 243 ton.

Data tersebut disampaikan eks Kepala DLHK pada Maret 2025 lalu sebelum dilakukan reshuffle.

Artinya, saat ini terdapat kenaikan produksi sampah sebesar 10 ton per hari atau 300 ton per bulannya.

Baca juga: Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga Pakai Metode Losida hingga Biodigester Dikenalkan di Konawe Utara

Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Satya Kencana mengatakan, kenaikan jumlah sampah ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Olehnya itu, pihaknya bakal melakukan pemutakhiran data terkait perhitungan sampah yang lebih riil.

"Kota Kendari sudah banyak penduduk, pendatang, kemudian kuliner yang memang banyak menghasilkan sampah," kata Erlis.

Pemilahan sampah rumah tangga menurutnya menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah.

Sebab, sampah jenis organik maupun plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sehingga sisa sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir atau TPAS Puuwatu tidak begitu banyak.

Baca juga: Produksi Sampah di Kendari Capai 243 Ton per Hari Selama Ramadan 2025, DLHK Sebut Tidak Ada Kenaikan

"Nanti sisa sampah yang dibuang ke TPA tinggal residunya saja, kemudian sampah yang diolah bisa menjadi ekonomi sirkular bagi masyarakat," tuturnya.

Pantauan TribunnewsSultra.com, Sabtu (19/7/2025) pemilihan sampah terutama plastik di TPAS Puuwatu masih dilakukan oleh pemulung.

Banyaknya sampah berjenis plastik yang berakhir di TPAS ini menunjukkan pengolahan limbah belum masif dilaksanakan pada tingkat rumah tangga.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah mengamanatkan penanganan sampah di tingkat kelurahan.

Di TPAS Puuwatu, ada berbagai sampah yang ditemukan antara lain galon, keranjang, kemasan minuman dan makanan, sepatu, kain, ban mobil, serta ranting pohon. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved