Berita Kendari
Peningkatan Penduduk dan Kuliner di Kendari Jadi Penyebab Sampah Naik 253 Ton per Hari
Produksi sampah di Kota Kendari, Sultra mencapai 253 ton per hari atau sebesar 7.590 ton per bulan. Sebelumnya volume sampah harian sebesar 243 ton.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Dewi Lestari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Produksi-Sampah-di-TPAS-Puuwatu.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Produksi sampah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 253 ton per hari atau sebesar 7.590 ton per bulan.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau DLHK Kota Kendari mencatat volume sampah harian sebesar 243 ton.
Data tersebut disampaikan eks Kepala DLHK pada Maret 2025 lalu sebelum dilakukan reshuffle.
Artinya, saat ini terdapat kenaikan produksi sampah sebesar 10 ton per hari atau 300 ton per bulannya.
Baca juga: Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga Pakai Metode Losida hingga Biodigester Dikenalkan di Konawe Utara
Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Satya Kencana mengatakan, kenaikan jumlah sampah ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Olehnya itu, pihaknya bakal melakukan pemutakhiran data terkait perhitungan sampah yang lebih riil.
"Kota Kendari sudah banyak penduduk, pendatang, kemudian kuliner yang memang banyak menghasilkan sampah," kata Erlis.
Pemilahan sampah rumah tangga menurutnya menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah.
Sebab, sampah jenis organik maupun plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sehingga sisa sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir atau TPAS Puuwatu tidak begitu banyak.
Baca juga: Produksi Sampah di Kendari Capai 243 Ton per Hari Selama Ramadan 2025, DLHK Sebut Tidak Ada Kenaikan
"Nanti sisa sampah yang dibuang ke TPA tinggal residunya saja, kemudian sampah yang diolah bisa menjadi ekonomi sirkular bagi masyarakat," tuturnya.
Pantauan TribunnewsSultra.com, Sabtu (19/7/2025) pemilihan sampah terutama plastik di TPAS Puuwatu masih dilakukan oleh pemulung.
Banyaknya sampah berjenis plastik yang berakhir di TPAS ini menunjukkan pengolahan limbah belum masif dilaksanakan pada tingkat rumah tangga.
Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah mengamanatkan penanganan sampah di tingkat kelurahan.
Di TPAS Puuwatu, ada berbagai sampah yang ditemukan antara lain galon, keranjang, kemasan minuman dan makanan, sepatu, kain, ban mobil, serta ranting pohon. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
Kendari
Sulawesi Tenggara
sampah
TPAS Puuwatu
Erlis Satya
Konawe
Sulawesi Tenggara
kecelakaan maut
Desa Besu
| Bank Sultra Serahkan Pikap, Perahu Pungut Sampah ke Pemkot Kendari, Program CSR di Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Warga Sulawesi Tenggara Diminta Pilah Sampah di Rumah, DLH Sultra Dukung Keberlanjutan Lingkungan |
|
|---|
| Wali Kota Kendari Siska Ungkap 6 Strategi Jitu Kelola Sampah, Target Kembalikan Predikat TPA Terbaik |
|
|---|
| Produksi Sampah di Kendari Capai 243 Ton per Hari Selama Ramadan 2025, DLHK Sebut Tidak Ada Kenaikan |
|
|---|