Minggu, 26 April 2026

OPINI

OPINI: Citizen Science Sebagai Cara Lain dalam Mencari Solusi Terkait Isu Lingkungan

Isu lingkungan kini menjadi sorotan utama di berbagai lini media, khususnya menyoroti kerusakan lingkungan dan perebutan pengelolaan sumber daya alam.

Tayang:
zoom-inlihat foto OPINI: Citizen Science Sebagai Cara Lain dalam Mencari Solusi Terkait Isu Lingkungan
Istimewa
MAHASISWA UGM - Mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Aditya Nugroho Sofyan. 

Sejatinya banyak konflik terkait lingkungan dapat dihindari apabila pemerintah melibatkan masyarakat lokal dalam pengambilan kebijakan. 

Baca juga: OPINI: Ketika Tradisi Abaikan Hak Anak: Kajian Sosiologi Hukum Pernikahan Dini di Sulawesi Tenggara

Pemerintah dapat mengintegrasikan kepentingan dengan nilai citizen science yang ada dalam masyarakat. 

Citizen science dalam konteks ini merujuk pada pengetahuan kolektif berbasis pengalaman dan teknologi sederhana yang digunakan oleh masyarakat adat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari (Carol, 2017). 

Dengan menggali dan mengintegrasikan citizen science yang dimiliki masyarakat, seperti praktik pelestarian lingkungan, pemanfaatan nilai ekonomis lingkungan melalui cara non-ekstraktif, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal. 

Pemerintah dapat membangun model pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Aktor dan Perspektif

Salah satu bentuk citizen science adalah mitos-mitos lokal yang berkembang di masyarakat. 

Sebagai contoh, pohon beringin sering kali dianggap sebagai tempat bersemayamnya makhluk halus. 

Baca juga: OPINI: Donor Darah: Menolong Sesama, Menjaga Kesehatan Diri 

Sehingga menumbuhkan kepercayaan bahwa pohon ini tidak boleh ditebang atau diganggu. 

Meskipun berakar pada kepercayaan mistis, mitos ini justru berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan. 

Masyarakat secara tidak langsung menjaga dan merawat pohon beringin karena takut menyalahi norma budaya tersebut. 

Padahal, secara ekologis, pohon beringin memiliki manfaat yang sangat besar. 

Pohon beringin mampu memproduksi oksigen dalam jumlah tinggi, memberikan keteduhan, serta melindungi sumber mata air di sekitar pohon (Pratama et al., 2022). 

Dalam konteks ini, mitos lokal dapat dipandang sebagai bentuk pengetahuan ekologis tradisional yang berperan dalam konservasi, walaupun tidak disampaikan dalam bahasa ilmiah. 

Ini membuktikan bahwa pelibatan warga dalam pelestarian lingkungan tidak selalu harus melalui pendekatan saintis, tetapi juga dapat muncul dari praktik kultural setempat.

Baca juga: 750 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Bungkutoko Kendari Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved