Kapal Tabrak Karang di Konawe Kepulauan

Penyebab Kapal Rute Langara-Kendari Kandas di Perairan Pulau Bokori Diungkap KUPP Lapuko

Penyebab kandasnya kapal KM Alif Berkah 01 GT 91 di sekitar perairan Pulau Bokori Konawe diungkap KUPP Kelas III Lapuko.

|
Penulis: Samsul | Editor: Amelda Devi Indriyani
TribunnewsSultra.com/Samsul
KEPALA UPP LAPUKO - Kepala KUPP Kelas III Lapuko, Nurbaya saat ditemui Selasa (10/6/2025). Nurbaya mengungkap penyebab kapal rute Langara-Kendari kandas usai tabrak karang di Perairan Pulau Bokori Konawe Sulawesi Tenggara pada Senin (9/6/2025) malam karena salah jalur pelayaran. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Penyebab kandasnya kapal KM Alif Berkah 01 GT 91 di sekitar perairan Pulau Bokori Konawe diungkap KUPP Kelas III Lapuko.

Kapal dengan rute Langara Konawe Kepualauan menuju Kendari Sulawesi Tenggara ini kandas pada Senin malam (9/6/2025).

Kepala KUPP Kelas III Lapuko, Nurbaya mengatakan penyebab kandasnya KM Alif Berkah adalah salah jalur pelayaran karena dihantam angin kencang. 

Lalu kapal bermuatan sekira 100 penumpang itu menabrak karang hingga alami mati mesin.

"Pengaruh cuaca menjadi faktor utama, sehingga kapal keluar dari jalur di bagian kanan," kata Nurbaya kepada TribunnewsSultra.com, Selasa (10/6/2025).

Ia menjelaskan penanganan insiden kapal kandas ini dapat diatasi dengan baik oleh tim terpadu tanpa adanya korban jiwa. 

"Alhamdulillah, penanganan bersama tim terpadu mampu mengatasi semua dan tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Baca juga: 25 Penumpang Kapal Kandas Rute Langara-Kendari Sultra Luka Ringan, Satu Orang Kejang-kejang

Sementara mengenai data kapal, Nurbaya menyatakan manifes dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) telah diperiksa.

Pihak Jasa Raharja juga telah memastikan semua penumpang dalam kondisi baik.

Nurbaya menekankan pentingnya edukasi keselamatan pelayaran yang terus-menerus dilakukan.

"Kami sebagai syahbandar tidak mesti menunggu ada kejadian ini, kami selalu memberikan pemahaman untuk edukasi. Jadi namanya apes atau kecelakaan tidak ada nama," jelasnya.

Ia menambahkan edukasi tidak hanya diberikan kepada kapal penumpang, tetapi juga kapal nelayan.

Sementara itu, pihak KUPP Kelas III Lapuko akan melakukan investigasi atau pemeriksaan pendahuluan terkait kecelakaan ini dan laporannya telah disampaikan kepada kementerian. 

“Sanksi untuk kapal tersebut akan ditentukan setelah hasil investigasi keluar,” ujarnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Samsul)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved