Senin, 27 April 2026

Universitas Sulawesi Tenggara

Cara Menanam dan Mengolah Tomat Diajarkan Dosen UHO dan Unsultra ke Warga Binaan Lapas Kendari

Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) membina warga binaan Lapas Kelas II A Kendari.

Tayang:
Penulis: Content Writer | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Cara Menanam dan Mengolah Tomat Diajarkan Dosen UHO dan Unsultra ke Warga Binaan Lapas Kendari
Istimewa
Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) membina warga binaan Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II A Kendari. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) membina warga binaan Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II A Kendari.

Kegiatan pembinaan tersebut dilakukan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat “Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Kelas II Kendari Berbasis Pengembangan Usaha Tanaman Tomat".

PPM yang didanai oleh Kemendikbudristek Tahun 2024 ini mendapat respons positif dari warga binaan dan pihak Lapas Kelas II Kendari.

Dosen UHO Kendari dan Ketua Tim Pelaksana, Prof Andi Bahrun mengatakan kegiatan itu bertujuan memberdayakan warga binaan Lapas Kelas II Kendari sebagai upaya memberikan semangat dan motivasi.

Selain itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang budidaya tanaman tomat dan pengolahan buah tomat menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan menguntungkan.

Sehingga, bisa menjadi modal usaha untuk mengembangkannya ketika kelak bebas menjalani masa tahanan di Lapas Kendari

Keberhasilan pembinaan ini akan memberikan nilai tambah pendapatan keluarga pada khususnya warga binaan dan masayarakat secara umum.

Baca juga: Cerita Dosen FEB dan Mahasiswa PGSD Unsultra Ikut Work Camp Internasional 2024 di Korea Selatan

"Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa UHO dan Unsultra," ujar Prof Andi Bahrun melalui keterangan tertulis yang diterima TribunnewsSultra.com, Minggu (20/10/2024). 

WBP pada kegiatan ini adalah warga binaan yang sudah menjalani masa tahanan 50 persen, khususnya yang berminat pada bidang pertanian dan bergabung pada Kelompok Tani Idaman Baruga Lapas Kendari

Kelompok tani ini memiliki lahan sekitar Kantor Lapas Kendari dengan status pinjaman seluas sekitar 0.75 ha. Lahan ini sebagian sudah dimanfaatkan tetapi sebagian belum dimanfaatkan (lahan tidur) secara baik.

Adapun materi pemberdayaan warga binaan antara lain workshop dan bimtek optimalisasi lahan tidur, produksi pupuk organik dan aplikasinya, produksi biochar dan aplikasinya, pemanfaatan mulsa organik.

Kemudian budidaya tanaman tomat, pascapanen, pengolahan buah tomat menjadi produk tomat kering bergizi, pengemasan produk, penyimpanan, dan pemasaran. 

Andi Bachrun mengatakan melaksanakan pengabdian masyarakat pada warga binaan sedikit berbeda dengan membina kelompok masyarakat atau kelompok tani biasa.

Karena warga binaan masih terikat oleh hak dan kewajiban berdasarkan aturan yang berlaku di Lapas Kendari, sehingga tim pelaksana harus menyesuaikan. 

Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) membina warga binaan Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II A Kendari. Dosen UHO Kendari dan Ketua Tim Pelaksana, Prof Andi Bahrun mengatakan kegiatan itu bertujuan memberdayakan warga binaan Lapas Kelas II Kendari sebagai upaya memberikan semangat dan motivasi.
Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) membina warga binaan Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II A Kendari. Dosen UHO Kendari dan Ketua Tim Pelaksana, Prof Andi Bahrun mengatakan kegiatan itu bertujuan memberdayakan warga binaan Lapas Kelas II Kendari sebagai upaya memberikan semangat dan motivasi. (Istimewa)

"Tim pelaksana berterima kasih atas respons positif pimpinan Lapas Kelas II A Kendari dan jajarannya," ujar Andi Bahrun. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved