Sultra Memilih
Bawaslu Ajak Pemilih Pemula di Kendari Sulawesi Tenggara Tidak Terlibat Politik Uang di Pilkada 2024
Bawaslu Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara mengajak ratusan pemilih pemula tak terlibat money politic atau politik uang di Pilkada 2024.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bawaslu Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak ratusan pemilih pemula tak terlibat money politic atau politik uang di Pilkada 2024, Selasa (27/08/2024).
Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin mengatakan, politik uang merupakan salah satu pelanggaran yang kerap terjadi dalam hajatan politik.
Oleh karena itu, dirinya beberapa kali menyinggung isu politik uang di hadapan para pelajar Kota Kendari yang menjadi peserta Sosialisasi Pemilih Pemula di Pilkada 2024.
"Bisa saja ke depan kalau semua dilakukan dengan money politic bisa saja masa depan mereka juga suram," katanya kepada TribunnewsSultra.com.
Menurut Sahinuddin, pemimpin yang lahir dari praktik demikian tidak akan memikirkan kepentingan rakyat.
Baca juga: Baubau dan Konawe Selatan Sulawesi Tenggara ‘Zona Merah’ Pilkada 2024 di Indonesia, Pemetaan Bawaslu
"Kalau sudah banyak modal yang keluar, tentu ketika menjabat yang dipikirkan pertama bagaimana balik modal," ucap dia.
Tidak hanya itu, pemilih yang menerima money politic dapat dikenakan sanksi pidana menurut Pasal 187 A UU Nomor 10 Tahun 2016.
"Jangan terima money politic, selain itu juga sanksinya berat maksimal 72 bulan minimal 36 bulan," jelasnya.
"Kita tidak berharap masa depan mereka suram hanya karena menghadapi proses hukum akibat money politic itu," imbuhnya.
Salah satu peserta dari SMAN 1 Kendari, Aksa Pandu Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat terutama bagi pemilih pemula.
Baca juga: ASN dan Kepala Desa di Kolaka Tak Boleh Hadiri Kampanye Pilkada 2024, Bawaslu Periksa Jika Kedapatan
"Kami diberikan edukasi money politic, tidak menerima yang namanya suap, gratifikasi, dan berbagai macam bentuk lainnya yang menyerupai hal tersebut," katanya.
Aksa menyampaikan, usai mengikuti sosialisasi tersebut dia akan menyampaikan materi yang dia dapatkan kepada teman-temannya.
Diketahui, Pemerintah Kota Kendari mengadakan Sosialisasi Pemilih Pemula di Pilkada 2024 di Aula Samaturu Kantor Wali Kota Kendari.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kendari menggandeng Bawaslu Kota Kendari, KPU Provinsi Sultra, dan Penyuluh Anti Korupsi Sultra.
Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan pemilih pemula yang terdiri dari siswa SMAN 1 Kendari, SMAN 3 Kendari, SMAN 5 Kendari, dan SMKN 1 Kendari. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
Bawaslu Sulawesi Tenggara Sebut Pemetaan Kerawanan Pilkada 2024 di Sultra Masih Tahap Konsultasi |
![]() |
---|
Sulawesi Tenggara Masuk 10 Besar Rawan Tinggi Pilkada, Bawaslu RI Sebut Salah Satunya Soal Hak Pilih |
![]() |
---|
Bawaslu Telusuri Dugaan Oknum Kepsek di Bombana Perintahkan Menangkan Istri Eks Bupati di Pilkada |
![]() |
---|
Bawaslu Sultra Tegaskan ASN Tak Boleh Ikut Kampanye Pilkada 2024, Tetap Berpegang pada Regulasi |
![]() |
---|
Gelar Kick Off Pengawasan Pilkada 2024 di Sulawesi Tenggara Bakal Dihadiri Komisioner Bawaslu RI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.