Berita Kendari

Cerita Awaluddin, Satu-satunya Pria di Forum Komunitas Guru Honorer Yayasan TK-PAUD Kendari Sultra

Satu-satunya, laki-Laki menjadi Guru TK di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan tantangan tersendiri.

Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Satu-satunya, laki-Laki menjadi guru TK di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan tantangan tersendiri. Laki-laki tersebut bernama Awaluddin. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Satu-satunya, laki-Laki menjadi guru TK di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan tantangan tersendiri.

Laki-laki tersebut bernama Awaluddin.

Ia adalah Kepala Sekolah di Yayasan Pendidikan Islam Taman Kanak-Kanak (TK) Islam Kemaraya, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Awaluddin telah menekuni pekerjaan sebagai guru TK selama 15 tahun, dan menjadi Kepala Sekolah selama 4 tahun.

Awaluddin menuturkan, menjadi guru TK satu-satunya laki-laki di Kota Kendari memiliki suka dan duka.

Baca juga: Suhuriah Pimpin Forum Komunitas Guru Honorer Yayasan TK-PAUD Kendari, Dilantik Kadis Dikmudora

Sukanya karena kelebihannya bisa lebih terlihat karena satu-satunya guru TK laki-laki di Kota Kendari.

Dukanya, ia sering mendapatkan stigma negatif dari masyarakat karena pekerjaannya sebagai guru TK yang mayoritasnya perempuan.

"Dukanya itu karena mayoritas guru TK adalah perempuan, sehingga ketika saya berada di mayoritas perempuan ada stigma negatif dari masyarakat," ujarnya, Senin (20/3/2023).

"Namun, pada intinya jika kita memahami fungsi dan tanggung jawab guru, stigma negatif itu akan hilang dengan sendirinya," kata Awaluddin.

Sebagai guru honorer, Awaluddin juga memiliki harapan yakni bisa disamaratakan dengan guru-guru PNS lainnya, karena memiliki tanggung jawab yang sama dalam segi validasi.

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Kendari Mengabdi Selama 11 Tahun, Bagi Tips Jalani Pekerjaan dengan Tulus

"Saya sudah sertifikasi dari tahun 2015, kemudian sudah inpassing, yakni upaya penyetaraan profesi guru negeri maupun swasta, tapi masih berstatus honorer," jelasnya.

"Sehingga ke depannya saya berharap bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)," tutupnya. (*)

(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved