Breaking News

Berita Sulawesi Tenggara

Guru Pendidikan Agama Islam di Sulawesi Tenggara Didorong Melek Digital, Tingkatkan Kreativitas

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), menilai metode pengajaran lama dengan mengandalkan teknik ceramah tidak lagi efektif.

|
Penulis: Naufal Fajrin JN | Editor: Sitti Nurmalasari
DPW AGPAII Sultra
Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), menilai metode pengajaran lama dengan mengandalkan teknik ceramah tidak lagi efektif. Hal itu disampaikan Sekretaris II Dewan Pengurus Wilayah (DPW) AGPAII Sulawesi Tenggara (Sultra), Banyus saat ditemui pada Selasa (7/3/2023). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Fenomena digitalisasi memaksa tenaga pendidik memperbarui metode pengajaran yang dilakukan.

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), menilai metode pengajaran lama dengan mengandalkan teknik ceramah tidak lagi efektif.

Hal itu disampaikan Sekretaris II Dewan Pengurus Wilayah (DPW) AGPAII Sulawesi Tenggara (Sultra), Banyus saat ditemui pada Selasa (7/3/2023).

Ia meminta khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) harus beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

"Memang kita dipaksa untuk produktif sembari meningkatkan kualitas juga sebagai tenaga pendidik di era digital ini," katanya.

Baca juga: Tips Guru Terapkan Pengajaran Inklusi yang Tepat Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

"Jangan sampai nanti karena kita merasa nyaman di metode pengajaran yang begitu-begitu saja, malah berujung pada rutinitas semu," jelasnya menambahkan.

Kata dia, pihaknya sejauh ini telah memberi wadah pengembangan bagi guru PAI bernama AGPAII Digital.

AGPAII Digital merupakan aplikasi yang lahir dari gagasan sejumlah guru PAI sebagai sistem manajemen pengajaran.

Aplikasi tersebut dapat diakses melalui Google Play Store ataupun Apps Store.

Adanya aplikasi tersebut diharapkan mampu mengembangkan kreativitas guru dalam mengajar.

Baca juga: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara Uji Berbahasa Guru SMP-SMA, Dosen dan Mahasiswa di Konawe

"Diharapkan memang hal ini menjadi sistem manajemen pembelajaran yang dapat membantu guru dalam pembelajaran PAI," katanya.

"Kita hilangkan anggapan orang-orang tentang kapasitas guru agama hanya dilihat dari seberapa mampu mengaji atau ceramah saja. Lebih dari itu, harus melek digital," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Naufal Fajrin JN)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved