Berita Sulawesi Tenggara

Mahasiswa Demo Polda Sultra di Kendari Gegara Dugaan Penimbunan BBM di SPBU Konda Konawe Selatan

Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Migas Sulawesi Tenggara (GERMASTRA) melakukan aksi demonstrasi di depan Mako Polda Sultra, Rabu (18/1/2021).

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Migas Sulawesi Tenggara (GERMASTRA) melakukan aksi demonstrasi di depan Mako Polda Sultra, Rabu (18/1/2021). Dalam aksi itu, mereka menuntut pihak kepolisian memproses hukum pihak SPBU Tanea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) atas dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Migas Sulawesi Tenggara (GERMASTRA) melakukan aksi demonstrasi di depan Mako Polda Sultra, Rabu (18/1/2021).

Dalam aksi itu, mereka menuntut pihak kepolisian memproses hukum pihak SPBU Tanea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) atas dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami meminta pihak kepolisian agar bergerak cepat dan terukur serta profesional dalam menangani kasus penimbunan BBM di SPBU Tanea," ujar penanggung jawab aksi Laode Muhammad Nur Sunandar.

Ia menambahkan demo ini juga untuk mengajukan laporan kepada Polda Sultra atas dugaan penimbunan BBM bersubsidi oleh pihak SPBU Tanea.

"Kami juga mengajukan laporan atas dugaan penimbunan BBM ini. Kami meminta agar manajer SPBU Tanea segera diganti,” ujar Nandar.

Mahasiswa Serahkan Laporan ke Polda Sultra.
Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara melakukan aksi demonstrasi di depan Mako Polda Sultra, Rabu (18/1/2023). Mereka menuntut agar pihak kepolisian mengusut dugaan penimbunan BBM bersubsidi oleh pihak SPBU Tanea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Mahasiswa demo karena sebelumnya hasil yang mereka peroleh di lapangan, terdapat kejanggalan dalam proses penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Tanea.

Mereka menganggap pihak SPBU Tanea membatasi pasokan BBM bersubsidi, seperti penyediaan Solar bersubsidi hanya empat kali dalam sepekan yaitu Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Selain itu, pihak SPBU membuat aturan masyarakat dalam hal ini petani dibatasi dalam melakukan pengisian BBM, di mana dalam sepekan hanya menerima jatah 35 liter.

Kemudian, masyarakat diminta untuk mengantre di SPBU Tanea hanya boleh satu kali saja dalam sepekan.

Nandar kembali mengungkapkan terkait harapan mereka setelah adanya proses pengaduan yang dilakukan kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Dugaan Penimbunan BBM di Balik Ledakan Mobil di SPBU Martandu Kendari Sulawesi Tenggara

Ia bersama teman-temannya yang lain ingin agar pihak SPBU tidak melakukan permainan dalam pendistribusian BBM.

"Kami meminta pihak SPBU segera mendistribusikan hak masyarakat. Kami ingin pihak SPBU tidak lagi membohongi masyarakat," ungkapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Mukhtar Kamal)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved