Berita Buton Utara
ATN Indonesia Mineral Investasi Rp3,5 T Bangun Pabrik Nikel di Butur Didukung Pemkab Buton Utara
Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Pemkab Butur) mendukung penuh pembangunan pabrik nikel kelas satu di daerah tersebut.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Alman mengatakan rencana pembangunan pabrik nikel ini telah mendapatkan dukungan penuh pemerintah.
Baca juga: Rencana Terra Paradisaea Bangun Pabrik Baterai dan Baja di Kolut, Ali Mazi: Saya Bantu Kalau Serius
Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Buton Utara, tentang Persetujuan Investasi No 640/882/VIII/2021.
Selain itu, ia menjelaskan alasan memilih lokasi di Butur untuk pembangunan pabrik nikel yakni karena daerah baru berkembang sehingga butuh investasi guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.
"Jadi, pembangunan pabrik ini direncanakan setelah adanya izin dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tentang status lahan pada Desember 2022," kata dia.
Lanjutnya, setelah adanya izin tersebut, maka PT ATN Indonesia Mineral akan membangun jetty di sekitaran kawasan pabrik sebagai pintu masuk operasional.
Untuk pembangunan ini diperkirakan akan berjalan 1 tahun 6 bulan, dan paling lama 2 tahun dengan masa uji coba selama 6 bulan.
Baca juga: Rencana Pembangunan Pabrik Baterai di Abeli, Pemkot Kendari Proses Perizinan Lahan dan RTRW
Tahap awal pembangunan dengan luas lahan seluas 300 hektar dapat menampung enam tenan atau pabrik, dengan satu tenan memiliki luas bangunan 50 hektar.
"Untuk pengembangannya nanti sekitar totalnya 700 hektar, tetapi harus melihat lagi mana kawasan yang bisa atau tidak untuk menjadi proyek pengembangan," ungkapnya.
Sementara itu, dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar, PT ATN Indonesia Mineral bakal menyerap sebanyak 1.000 tenaga kerja.
"Ke depannya apabila telah dilakukan pengembangan pembangunan akan menyerap 2.000 tenaga kerja," pungkasnya.
Informasi tambahan, Selasa, 29 November 2022, PT ATN Indonesia Mineral telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra perusahaan.
Baca juga: Resmikan Pabrik Smelter di Morosi Konawe, Presiden Jokowi Larang Ekspor Nikel, Apresiasi Pembangunan
Di antaranya, GS Engineering & Construction Corp STX Corporation, Monolith Co., Ltd., yang akan menjadi dasar membangun dan mengoperasikan pabrik nikel berdasarkan terobosan technology (MACH) lisensi milik Monolith Co., Ltd. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)